Tuan Rumah Menenggelamkan Tim Indonesia yang Tidak Berkoordinasi dengan Baik di Jones Cup 2019

Tim basket putra Indonesia ditumbangkan oleh tim ROC 1 di pertandingan kelima Jones Cup 2019, dengan skor 57-94. Tim ROC 1 tampil dominan dengan menguasai empat faktor kemenangan dan bermain lebih efisien. Pada laga ini, terdapat penurunan akurasi tiga angka sebesar 4% dibandingkan pertandingan sebelumnya.

Statistik tim basket Indonesia ketika berhadapan dengan ROC I di Jones Cup 2019.

Analisis Individual: Kaleb Masih Paling Produktif

Berdasarkan statistik individual, Kaleb Ramot Gemilang menjadi pemain yang berkontribusi paling besar dengan menyumbangkan 16 Pts dan 8 Reb. Selain itu, terdapat kenaikan persentase efektivitas dan produktivitas yang sebesar 2% dibandingkan pertandingan sebelumnya. Walau demikian, terjadi penurunan efisiensi serangan oleh karena tingginya jumlah TOV.

Sebaliknya, Mei Joni yang sebelumnya selalu di atas rata-rata, ternyata mengalami penurunan yang cukup drastis dalam hal efektivitas dan efisiensi serangan. Rendahnya upaya tembakan pada laga ini, yaitu 3 FGA, merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas Mei Joni. Sedangkan pada empat laga sebelumnya, Mei Joni memiliki rata-rata upaya tembakan sebanyak 7.75 FGA.

Terjadi peningkatan performa pada dua fasilitator utama tim Indonesia, yaitu Arif Hidayat (8 Pts, 1 Ast) dan Widyanta Teja (6 Pts, 3 Reb, 6 Ast). Arif memiliki Off Rtg sebesar 77.82, dengan eFG% sebesar 57%. Sedangkan Widyanta memiliki Off Rtg sebesar 75.82, dengan eFG% sebesar 50%. Walau demikian, hanya Widyanta Teja yang telah memenuhi standar sebagai fasilitator yang cukup baik, dengan angka Ast/To yang sebesar 2. Sedangkan Arif Hidayat dengan angka Ast/TO yang sebesar 0.5 masih belum memenuhi standar sebagai fasilitator.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, hanya terdapat 4 atlet yang menunjukkan peningkatan performa dari segala aspek. Sedangkan 2 atlet lainnya hanya mengalami peningkatan efektifitas tembakan dan sisanya mengalami penurunan performa dari segala aspek. Hal lain yang perlu diperhatikan pada pertandingan ini adalah penurunan drastis jumlah Ast yang hanya sebesar 12 dan menjadi yang paling rendah pada sepanjang kompetisi ini.

Didik Haryadi

Leave a Reply