Tinggi Badan Bukan Alasan bagi Tim Indonesia untuk Menguasai Rebound dan Meraih Kemenangan atas UBC Thunderbirds

Tim basket putra Indonesia berhasil mengawali William Jones Cup 2019 dengan kemenangan 80-70 atas UBC Thunderbirds (Canada). Tim Indonesia tidak hanya berhasil unggul dalam hal efisiensi serangan dan efektivitas tembakan, namun juga unggul dalam hal offensive rebound. Menariknya lagi adalah para pemain dari UBC Thunderbirds memiliki rata-rata ukuran tubuh yang lebih tinggi sekitar 9 cm dari rata-rata para pemain utama di tim Indonesia.

Fakta tersebut melahirkan sebuah pertanyaan: “Seberapa besarkah pengaruh tinggi badan terhadap kesuksesan sebuah tim basket?”

Tim Indonesia memiliki keunggulan efisiensi serangan (104.4) dengan selisih yang cukup jauh dari tim lawan (93.3). Walau kedua tim memiliki jumlah kesempatan (Play) yang sama, namun tim Indonesia berhasil memanfaatkan 34 kesempatan untuk menghasilkan angka, sementara tim lawan hanya berhasil memanfaatkan 30 kesempatan.

Dari peta tembakan terlihat bahwa produktivitas angka terbesar berasal dari area 3P, yang spesifiknya adalah di area sayap dan atas. Efektivitas tembakan pada area tersebut mencapai angka 44.4%. Kaleb Ramot Gemilang (3/3 3P), Mei Joni (3/7 3P), Arif Hidayat (3/5 3P), dan Muhammad Wicaksono (2/5 3P) adalah para kontributor utama di area 3P dengan efektivitas yang tinggi. Ironisnya, efektivitas tembakan di area sudut adalah 0% dari total 8 upaya tembakan 3P.

Walau berhasil unggul dengan selisih sebesar 9% dalam hal efektivitas tembakan (eFG%), namun persentase efektivitas tembakan yang dicapai tim Indonesia hanya sebesar 49%. Terdapat lima pemain yang bertanggung jawab atas rendahnya efektivitas tembakan, yaitu Juan Kokodiputra (0/5 FG), Widyanta Teja (0/3 FG), Yanuar Priasmoro (1/5 FG), Muhammad Arighi (3/9), dan Chester Giles (5/14).

Kaleb Ramot Gemilang (18 Pts, 5 Reb, 3 Ast), Mei Joni (11 Pts, 6 Reb, 1 Ast), Arif Hidayat (11 Pts, 2 Reb, 4 Ast), dan Muhammad Wicaksono (12 Pts, 8 Reb, 1 Ast) adalah kontributor utama tim dengan efektivitas tembakan dan efisiensi serangan yang sangat tinggi. Selain itu, Kaleb Ramot adalah pemain terbaik pada laga ini, dengan Off Rtg sebesar 156.5 dan eFG% sebesar 93%.

Keunggulan persentase rebound adalah salah satu faktor pendukung kesuksesan tim Indonesia pada laga ini. Chester Giles (13 Reb), Muhammad Wicaksono (8 Reb), Mei Joni (6 Reb), dan Kaleb Ramot (5 Reb) berkontribusi sebesar 68% dari total rebound tim Indonesia. Upaya rebound yang dilakukan tim Indonesia berhasil memberikan keunggulan OReb% (25%) sebesar 3% dari lawan.

Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa kemenangan Indonesia atas UBC Thunderbirds disebabkan oleh keunggulan efektivitas tembakan 3P. Selain itu, tim Indonesia berhasil unggul dalam hal rebound oleh karena meratanya kontribusi rebound dengan rata-rata ukuran tubuh para kontributor utama yang hanya sebesar 189 cm (termasuk Chester Giles), dibandingkan dengan tinggi rata-rata kontributor utama tim lawan yang mencapai 198 cm. Pertandingan ini merupakan contoh kasus yang menunjukkan bahwa tinggi badan bukanlah sesuatu hal yang cukup penting terhadap kemenangan suatu tim.

Didik Haryadi

Leave a Reply