Statistik Tim Basket Putri Pra PON 2019 Sebagai Bahan Evaluasi Peningkatan Standar Basket Indonesia

Penyelenggaraan Pra Kualifikasi PON ini merupakan hal yang sangat baik, sebagai bentuk kegiatan evaluasi dini untuk para peserta PON agar dapat mempersiapkan diri lebih baik lagi. Pentingnya penyelenggaraan Pra PON ini semakin dirasakan oleh penulis, terutama setelah menyelesaikan analisis statistik basket putri. Sama halnya dengan yang putra, pada kompetisi basket putri ini terdapat kesenjangan yang amat besar, dan rata – rata efektivitas dan efisiensi yang cukup rendah.

Penguasaan, Efisiensi Serangan, dan Efisiensi Pertahanan

Grafik perbandingan Poss, Off Rtg, dan Def Rtg pada tim basket putri Pra PON 2019.

Rata – rata penguasaan yang terjadi pada kompetisi ini adalah sebanyak 84.1 penguasaan. Bangka Belitung merupakan tim dengan rata – rata penguasaan yang tertinggi. Sedangkan Bali merupakan tim dengan rata – rata penguasaan yang terendah.

Melonjaknya angka penguasaan Bangka Belitung disebabkan oleh perlonjakan turnover (TOV) ketika melawan Jawa Timur dan Jawa Barat. Hal tersebut akhirnya membuat Bangka Belitung tercatat sebagai tim dengan angka TOV yang tertinggi, yaitu 195. Selain itu, Bangka Belitung juga tercatat sebagai tim dengan efisiensi pertahanan tertinggi, yaitu kemasukkan 0.9 angka pada setiap penguasaan. Di sini terlihat hal yang menarik, dimana angka TOV yang tinggi berpengaruh pada tingginya angka penguasaan dan mungkin juga berpengaruh pada tingginya angka efisiensi pertahanan, apabila cukup banyak TOV yang berakhir sebagai angka untuk lawan.

Selain memiliki penguasaan yang paling rendah, Bali adalah tim dengan efisiensi pertahanan terendah, dimana hanya kemasukkan 0.4 angka pada setiap penguasaan. Pada setiap pertandingan, pertahanan Bali berhasil membuat para lawannya hanya memasukkan rata – rata 34.7 angka per pertandingan. Penguasaan dan efisiensi pertahanan tim Bali yang rendah merupakan gambaran karakteristik tim spesialis bertahan yang bertempo lambat, yang berhasil diterapkan oleh Memphis Grizzlies pada musim kompetisi 2012-13 dengan rekor 56-26, yang akhirnya berhasil mencapai final wilayah barat.

Tim dengan efisiensi serangan tertinggi adalah Jawa Timur, yang berhasil mencetak 1.1 angka pada setiap penguasaan. Tingginya efisiensi serangan Jawa Timur ditunjang oleh produktivitas yang tinggi, yaitu 104 angka per pertandingan. Sedangkan tim dengan efisiensi serangan yang paling rendah adalah Papua Barat, yaitu 0.3 angka pada setiap penguasaan.

Floor%

Grafik perbandingan Floor% pada tim basket putri Pra PON 2019.

Meskipun tidak memiliki penguasaan yang tertinggi, akan tetapi Jawa Timur memiliki Floor% tertinggi di antara para kontestan. Jawa Timur dapat memanfaatkan sekitar 47.95 penguasaan untuk menghasilkan angka dari total 93.40 penguasaan. Selain Jawa Timur, hanya Jawa Barat dan Bali yang memiliki angka di atas 0.4 untuk kategori Floor%.

Play%

Grafik perbandingan Play% pada tim basket putri Pra PON 2019.

Jawa Timur adalah tim dengan offensive rebound (OReb) tertinggi, yaitu dengan rata – rata sebanyak 26 per pertandingan. Banyaknya jumlah OReb tampak dimanfaatkan dengan baik untuk mencetak angka. Hal tersebut tercermin dari angka Play dan Play% yang tertinggi pada kompetisi ini. Jawa Timur dapat memanfaatkan 47.95 kesempatan untuk menghasilkan angka dari total 119.4 kesempatan.

Data ini juga menunjukkan hal menarik pada tim Bangka Belitung. Tim tersebut memiliki penguasaan yang tertinggi dan memiliki jumlah kesempatan mencetak angka (Play) yang cukup besar, namun memiliki angka Play% yang sangat rendah. Bangka Belitung hanya mampu memanfaatkan 22.98 kesempatan untuk menghasilkan angka dari total 105.76 kesempatan.

Field%

Grafik perbandingan Field% pada tim basket putri Pra PON 2019.

Demikian pula bila faktor pelanggaran dihilangkan, maka Jawa Timur masih memiliki efektivitas yang tertinggi, yaitu 50.4%. Selain Jawa Timur, hanya Bali dan Jawa Barat yang berhasil mencapai angka di atas 0.35 untuk kategori ini.

Analisa Empat Faktor Kesuksesan

Tabel distribusi persentase kemenangan berdasarkan empat faktor pada tim basket putri Pra PON 2019.

Berdasarkan hasil analisa empat faktor, menunjukkan bahwa faktor eFG% dan OR% menghasilkan angka distribusi kemenangan yang terbesar, yaitu sebanyak 21 dari 26 pertandingan. Jawa Barat adalah tim dengan eFG% tertinggi (49%) dan Jawa Timur adalah tim dengan OR% tertinggi (46%). Data dari tabel empat faktor ini menunjukkan tipikal gambaran yang umum, dimana eFG% merupakan faktor terpenting yang menentukan kesuksesan.

Hal yang perlu menjadi perhatian adalah distribusi OR% yang sama besarnya dengan eFG% dan memiliki rata – rata OReb% sebesar 33.9%. Hal tersebut menunjukkan bahwa defensive rebound (DReb) menjadi salah satu masalah besar yang perlu dievaluasi lebih serius.

Kompetisi ini didominasi oleh 3 tim saja karena …

Kompetisi Pra Pon 2019 ini hanya didominasi oleh tiga tim, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, dan Bali. Dominasi tersebut bukan disebabkan kualitas tiga tim teratas yang sangat hebat, namun disebabkan rata – rata efektivitas dan efisiensi yang rendah. Dapat pula dikatakan hanya tiga tim tersebutlah yang memenuhi standar kelayakan berkompetisi di tingkat nasional.

Rebound masih menjadi masalah besar

Hal penting lainnya yang teridentifikasi dari analisa statistik ini adalah masalah rebound. Tingginya angka OReb%, yang sebesar 33.9%, menunjukkan bahwa terdapat masalah besar pada DReb. Masalah utama yang umum terjadi pada DReb adalah kurangnya kesadaran untuk melakukan box out, dimana para pemain cenderung lebih fokus memperhatikan bola ketimbang lawan. Perlu dibuat standarisasi mengenai rebound, yaitu DReb% yang harus mencapai angka 75% atau OReb% lawan yang harus mencapai 25%. Standarisasi tersebut diharapkan akan membantu proses evaluasi suatu tim, apakah mencapai target atau tidak, dan diharapkan dapat mendorong atlet untuk memenuhi target yang lebih jelas.

Didik Haryadi

Leave a Reply