Tipe Sepatu Basket

Terdapat 5 sub tipe sepatu basket berdasarkan karakteristik konstruksinya, yaitu:

  • Sepatu basket fleksibel. Contoh: Nike Kobe Mentality 2015.
  • Sepatu basket serba guna yang mendukung fleksibilitas. Contoh: Nike HyperRev 2015.
  • Sepatu basket serba guna. Contoh: Nike Hyperdunk 2014.
  • Sepatu basket serba guna yang suportif. Contoh: Jordan Super Fly 3.
  • Sepatu basket suportif dan protektif. Contoh: Nike Lebron 11 Elite.

Sementara pengkategorian untuk hal – hal yang lebih praktis dapat disederhanakan menjadi tiga, yaitu fleksibel, serba guna, dan suportif. Sepatu basket yang berkarakteristik serba guna yang cenderung fleksibel maupun yang cenderung suportif dapat dimasukkan ke dalam kategori fleksibel atau suportif tergantung dari tingkat rigiditas konstruksinya.

Penentuan tipe sepatu basket berdasarkan karakteristik konstruksi tidak ada hubungannya dengan kecocokannya pada posisi dan ukuran pemain basket. Misalnya pemain Center bertubuh besar harusnya menggunakan sepatu basket suportif, sedangkan pemain Guard yang bermobilitas tinggi harusnya menggunakan sepatu basket fleksibel. Tidak ada ketentuan baku yang mengharuskan atlet basket yang dalam kondisi sehat harus menggunakan sepatu basket tertentu oleh karena perannya sebagai pembawa bola / spesialis penembak / rebounder / lain – lain. Semua atlet basket yang sehat dan tidak memiliki masalah gangguan fisik, bebas memilih semua tipe sepatu basket sesuai dengan seleranya.

Pemilihan sepatu basket berdasarkan karakteristik konstruksi akan lebih tepat bila disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi fisik. Misalnya pemain berarkus rendah yang gemar berlari pada sepanjang permainan direkomendasikan untuk menggunakan sepatu basket serba guna yang suportif, dan spesialis pemain bertahan yang berarkus sedang, dengan gaya permainan yang bermobilitas tinggi saat bertahan tapi kurang aktif menyerang direkomendasikan sepatu basket serba guna yang mendukung fleksibilitas.

Kelas Harga

Pembagian kelas harga sepatu basket pada periode 2010 – 2019 adalah sebagai berikut:

  • Ekonomis: < $110.
  • Menengah ekonomis: $110 – $130.
  • Menengah: $140 – $160.
  • Menengah atas: $170 – $190.
  • Mahal: > $190.

Berdasarkan hasil evaluasi konstruksi yang telah kami lakukan pada sepanjang periode 2014 – 2019, kelompok sepatu basket di setiap kelas harga menengah memiliki konstruksi yang dapat mendukung gaya permainan atlet basket di tingkat NBA sekalipun dengan sangat baik. Sehingga kualitas konstruksi sepatu basket tidak berhubungan dengan semakin tingginya tingkat kelas harga sepatu basket.

Hasil Evaluasi

  • ⭐: Sepatu basket berkonstruksi konvensional dengan fitur minimal. Contohnya adalah sebagian besar sepatu basket di kelas harga ekonomis.
  • ⭐⭐: Memiliki fitur tambahan pada salah satu bagian atas atau bawah, yang tidak dimiliki sepatu berkonstruksi konvensional dan minimal. Contohnya adalah Nike Kobe Mentality 2015, dimana memiliki konstruksi yang konvensional dengan fitur minimal, tapi memiliki struktur bantalan (bagian bawah) yang menggunakan lunarlon, dimana tidak umum terdapat pada sepatu basket di golongan ekonomis.
  • ⭐⭐⭐: Sepatu basket berkonstruksi konvensional atau tidak konvensional, dengan fitur tambahan pada bagian atas dan bawah, yang tidak dimiliki sepatu berkonstruksi konvensional dan minimal. Contohnya adalah Nike HyperRev 2015, dimana memiliki konstruksi yang tidak konvensional (berkonstruksi kaus kaki) dengan fitur tambahan pada bagian atas (penyangga eksternal) dan bawah (dua buah kantung udara Zoom).
  • ⭐⭐⭐⭐: Memiliki fitur tambahan model baru, selain dari fitur – fitur tambahan yang umum ditemukan pada golongan bintang tiga. Fitur tambahan model baru tersebut terbukti memiliki kualitas yang lebih baik daripada fitur – fitur yang telah ada sebelumnya, dalam mendukung salah satu aspek konstruksi. Contohnya adalah Jordan Super Fly 3, dimana memiliki struktur FlightPlate pada bagian bawah yang meningkatkan rigiditas torsi, meningkatkan kelentingan, dan mendukung kemembalan bantalan area depan.
  • ⭐⭐⭐⭐⭐: Rekomendasi terbaik untuk sepatu basket serba guna atau spesifik pada periodenya masing – masing. Contohnya adalah Nike Lebron Soldier 9, yang merupakan salah satu pilihan sepatu basket suportif terbaik di kelas harga menengah pada periode 2015 – 2016. Sepatu basket Nike Lebron Soldier 9 memiliki fitur – fitur yang superior untuk di kelas harganya tersebut dan terbukti dapat meningkatkan kualitas konstruksinya secara bermakna, misalnya sistem kuncian yang menggunakan strep – strep, penyangga eksternal pada area depan dan belakang, dan struktur bantalan dengan dua kantung udara Zoom.

Karakteristik Konstruksi

Profil Bagian Bawah

Kemiringan: Selisih ketinggian bantalan area tumit dengan area bola kaki.

  • Sangat tinggi: > 11 mm.
  • Tinggi: 9 – 11 mm.
  • Sedang: 7 – 9 mm.
  • Rendah: 5 – 7 mm.
  • Sangat rendah: < 5 mm.

Tinggi bola kaki dan tinggi tumit merupakan ketinggian seluruh struktur bagian bawah (sol luar, sol tengah, dan sol dalam) pada area tersebut. Skala ketinggian ditetapkan berdasarkan rata – rata ketinggian produk sepatu basket pada periode waktu tertentu.

Tinggi bola kaki:

  • Sangat tinggi: ≥ 27.4 mm.
  • Tinggi: 25.4 mm – 27.3 mm.
  • Sedang: 23.4 mm – 25.3 mm.
  • Rendah: 21.4 mm – 23.3 mm.
  • Sangat rendah: ≤ 21.3 mm.

Tinggi tumit:

  • Sangat tinggi: ≥ 35.4 mm.
  • Tinggi: 33.4 mm – 35.3 mm.
  • Sedang: 30.4 mm – 33.3 mm.
  • Rendah: 28.4 mm – 30.3 mm.
  • Sangat rendah: ≤ 28.3 mm.

Bantalan bola kaki dan tumit adalah ukuran tingkat kelembutan struktur bagian bawah pada area tersebut. Skala ukuran tersebut ditentukan berdasarkan rata – rata produk sepatu basket pada periode waktu tertentu.

  • Merah: Keras.
  • Kuning: Agak keras.
  • Hijau: Sedang.
  • Biru terang: Lembut.
  • Biru Gelap: Sangat lembut.

Fitur Kuncian

Fitur kuncian adalah sistem pentalian dan fitur pendukung pada bagian atas yang berfungsi untuk mempertahankan kedudukan kaki.

  • Tingkat 1: Sistem pentalian konvensional.
  • Tingkat 2: Terdapat fitur tambahan yang mendukung pentalian.
  • Tingkat 2E: Terdapat fitur tambahan yang memperkuat kuncian secara bermakna, salah satu dari tiga area yang spesifik, selain dari fitur yang mendukung pentalian.
  • Tingkat 3: Terdapat fitur tambahan yang memperkuat kuncian secara bermakna, setidaknya dua dari tiga area yang spesifik, selain dari fitur yang mendukung pentalian.
  • Tingkat 3E: Terdapat fitur tambahan yang memperkuat kuncian secara bermakna pada seluruh area yang spesifik, selain dari fitur yang mendukung pentalian.

*Tiga area yang spesifik: MPJ, arkus, dan tumit.

Fitur Penunjang

Fitur penunjang adalah struktur tambahan pada bagian atas maupun bawah yang berfungsi untuk meningkatkan rigiditas dan memperkokoh konstruksi sepatu basket dalam upaya mendukung kestabilan.

  • Tingkat 1: Hanya memiliki fitur – fitur penunjang dasar, misalnya penyangga tumit internal dan penyangga arkus internal, atau terdapat fitur penunjang tambahan tanpa meningkatkan rigiditas secara bermakna.
  • Tingkat 2: Terdapat fitur penunjang tambahan yang meningkatkan rigiditas secara bermakna pada salah satu atau dua area yang spesifik.
  • Tingkat 3: Terdapat fitur penunjang tambahan yang meningkatkan rigiditas secara bermakna pada tiga area yang spesifik.

Rigiditas

Tingkat rigiditas sepatu basket merupakan tingkat kekakuan pada konstruksi sepatu basket. Terdapat tiga tingkat kekakuan yang diukur, yaitu: kekakuan dorsofleksi pada MPJ, kekakuan torsi pada arkus, dan kekakuan penunjang area tumit.

  • Tingkat 1(F): Sangat fleksibel (skor ≤ 5).
  • Tingkat 2: Rigiditas lebih rendah dari rata – rata (skor ≤ 8)
  • Tingkat 3: Rigiditas dalam batas rata – rata (skor 9 – 11).
  • Tingkat 4: Rigiditas lebih tinggi dari batas rata – rata (skor ≥ 12).
  • Tingkat 5(R): Sangat kaku (skor ≥ 14).

Pada hasil evaluasi rigiditas disertakan informasi tingkat rigiditas pada setiap areanya dengan cara penomoran (x-x-x). Misalnya tingkat rigiditas sepatu basket Nike Kobe Mentality 2015 adalah (1-1-3), yang berarti memiliki area MTP dan arkus yang sangat fleksibel, namun memiliki struktur tumit dengan rigiditas yang dalam batas rata – rata.

  • 1: Sangat fleksibel.
  • 2: Rigiditas sedikit lebih rendah dari rata – rata.
  • 3: Rigiditas dalam batas rata – rata.
  • 4: Rigiditas sedikit lebih tinggi dari batas rata – rata.
  • 5: Sangat kaku.

Rentang Gerak

Rentang gerak pada sepatu basket merupakan tingkat keleluasaan pergerakan pada MPJ dan pergelangan kaki. Tingkat rentang gerak pada MPJ sesuai dengan tingkat rigiditas struktur bagian bawah dan daya regang struktur bagian atas pada area depan. Sedangkan rentang gerak pada pergelangan kaki berhubungan dengan ketinggian kerah dan daya regang struktur yang mengelilingi kerah / pergelangan kaki.

Pada hasil evaluasi rentang juga disertakan informasi tingkat rentang gerak pada setiap areanya dengan cara penomoran (x-x). Misalnya tingkat rentang gerak sepatu basket Jordan Super Fly 3 adalah (4-4), yang berarti terdapat sedikit pembatasan rentang gerak pada area depan (x yang pertama) dan pembatasan rentang gerak pada pergelangan kaki (x yang kedua).

  • 1: Rentang gerak sangat leluasa.
  • 2: Rentang gerak sedikit lebih leluasa.
  • 3: Rentang gerak dalam batas rata – rata.
  • 4: Rentang gerak sedikit terhambat.
  • 5: Rentang gerak sangat terbatas.

Kekokohan Struktur

Kekokohan struktur merupakan evaluasi ketebalan, daya regang, dan tingkat rigiditas struktur bagian atas pada tiga area utama, yaitu area jari, area sepanjang MTP dan arkus, dan area tumit. Kekokohan struktur tidak hanya memiliki hubungan dengan kualitas kuncian, namun juga berhubungan dengan proteksi terhadap benturan, dan ketahanan terhadap regangan maupun friksi.

Variasi kekokohan struktur pada umumnya hanya terdapat pada sepatu – sepatu basket berstruktur tekstil dan bahan sintetik. Apabila suatu sepatu basket memiliki bagian atas yang berstruktur full-grain leather, maka akan diberi kode L.

Hasil evaluasi kekokohan secara umum dibagi secara sederhana dalam tiga tingkat dan juga disertai informasi tingkat kekokohan pada setiap areanya dengan angka penilaian 1 sampai 3 yang memperhitungkan aspek tahanan terhadap friksi, regangan, dan benturan (formula tidak kami tampilkan pada halaman ini).

Traksi

Traksi dievaluasi berdasarkan pengukuran luas permukaan kontak dan struktur yang mendukung deformasi di area – area tekanan tapak kaki yang berhubungan dengan mekanika gerakan – gerakan basket secara spesifik di jenis permukaan hardwood. Hasil evaluasi traksi menggunakan lima angka penilaian, dimana titik tengah merupakan nilai rata – rata (formula pengukuran traksi tidak kami tampilkan pada halaman ini).