Kriteria Penilaian Sepatu Basket Tahun 2017

Update Sistem Penilaian Paska Pembentukan Tim DSB Baru

Peningkatan Standarisasi Penilaian (September 2016)

Sejak bulan September 2016, tim Diari Sepatu Basket menggunakan standar penilaian terbaru dengan baseline score yang ditinggikan sesuai dengan perkembangan teknologi konstruksi sepatu basket, untuk mengantisipasi angka penilaian yang berlebihan bila menggunakan standar penilaian yang lama. Dengan demikian penilaian sepatu basket sejak bulan September 2016 memiliki nilai yang cenderung lebih rendah dengan standar penilaian terbaru bila dibandingkan dengan menggunakan standar penilaian yang lama.

Peninjauan Penilaian Berdasarkan Evaluasi Konstruksi secara Objektif (Desember 2016)

Reformasi tim Diari Sepatu Basket pada bulan Desember 2016 berdampak perubahan metode penilaian sepatu basket, yang lebih menekankan pada evaluasi konstruksi secara objektif, selain tetap menggunakan evaluasi pada para subjek atlet.

Sistem Penilaian Baru Berdasarkan Evaluasi Konstruksi secara Objektif (Januari 2017)

Sejak awal Januari 2017, tim DSB telah menggunakan sistem penilaian baru yang berdasarkan hasil evaluasi konstruksi secara objektif dan hasil evaluasi performa pada para subjek atlet berkompentensi yang telah memenuhi kriteria. Pada sistem penilaian terbaru ini, juga telah dilakukan pembagian aspek-aspek penilaian yang lebih spesifik.

diari-sepatu-basket-copy

Revisi Sistem Penilaian Baru (Februari 2017)

Sejak Februari 2017, tim DSB merevisi sistem dan skala penilaian yang lebih disesuaikan dengan hasil evaluasi konstruksi secara objektif. Perubahan yang dilakukan antara lain:

  • Memperkecil skala 5 bintang menjadi 3 bintang pada aspek-aspek utama.
  • Memperkecil skala 5 batang menjadi 4 batang pada hasil evaluasi konstruksi secara spesifik dan objektif, terkecuali aspek berat dan profil bantalan.
  • Penjabaran hasil pengukuran yang lebih spesifik dan objektif.
  • Grading System yang lebih objektif.

penilaian-dsb

Revisi Sistem Penilaian Baru (April 2017)

Sejak April 2017, tim DSB merevisi sistem dan skala penilaian yang lebih disesuaikan dengan hasil evaluasi konstruksi secara objektif. Perubahan yang dilakukan antara lain:

  • Penambahan aspek karakteristik.
  • Aspek profil dan berat diperkecil menjadi 4 batang.
  • Skala ukuran rearfoot dibagi secara spesifik, menjadi pergelangan kaki dan tumit.
  • Grading System yang lebih spesifik berdasarkan karakteristik.

Update Sistem Penilaian Baru (Juni 2017)

Sejak Juni 2017, tim DSB melakukan beberapa revisi agar pada penilaian aspek utama dan kriteria konstruksi secara objektif, antara lain:

  • Menggunakan satu bintang berwarna silver sebagai standar minimal pada aspek-aspek utama, dimana sebelumnya menggunakan satu bintang berwarna emas.
  • Revisi penggolongan HT drop: sangat rendah <5mm dan rendah: 5mm ≤ – ≤ 7mm.
  • Penjelasan lebih detail pada kriteria konstruksi fitstability dan durability (lihat di bawah).
  • Penjelasan lebih detail pada Grading System.
Aspek – Aspek Penilaian Utama

Metode pengukuran pada masing-masing aspeknya juga telah diperbaharui agar memberikan hasil penilaian yang seobjektif mungkin. Aspek – aspek utama yang dinilai antara lain:

A. Cushion (Bantalan)

Penilaian dilakukan dengan cara menganalisa struktur bantalan (jenis, bentuk, ketebalan, densitas, dan elastisitas bantalan) dan struktur lower lainnya yang berpengaruh pada kualitas pijakan, serta melakukan analisa performa di lapangan oleh atlet – atlet yang berkompetensi. Poin-poin yang dinilai:

  • Daya redam tumbukan.
  • Daya reaksi bantalan terhadap tumbukan.
  • Tingkat fleksibilitas-rigiditas struktur bantalan.
  • Dukungan terhadap kecepatan transisi tumit-jari.
  • Dukungan terhadap fungsi proprioseptif tapak kaki dan kestabilan pijakan.
B. Traction (Traksi)

Penilaian dilakukan dengan cara menganalisa struktur outsole (jenis, densitas, pola traksi, dan gaya friksi) dan menganalisa performa di lapangan oleh atlet – atlet yang berkompetensi. Poin-poin yang dinilai:

  • Traksi pada mekanisme sprint dan gerakan mundur yang berkecepatan tinggi.
  • Traksi pada mekanisme gerakan lateral.
  • Traksi pada berbagai mekanisme gerakan yang bertumpu pada ball of the foot.
  • Traksi pada mekanisme pergantian arah gerakan lari yang berkecepatan tinggi.
  • Traksi pada mekanisme pergantian arah gerakan lateral.
  • Traksi untuk menghentikan mekanisme gerakan-gerakan di atas.
C. Lockdown (Kuncian)

Penilaian dilakukan dengan cara menganalisa kualitas kuncian pada model kaki berukuran medium (D) dengan nomor ukuran 9 dan 10 berdasarkan pengukuran panjang dengan alat Brannock, dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi keadekuatan/kelemahan kuncian. Poin-poin yang dinilai:

  • Kualitas kuncian dalam kondisi statis dan dinamis.
  • Kualitas kuncian dalam mendukung aktivitas olahraga basket yang berintensitas tinggi.
D. Support (Penunjang Kestabilan Pijakan)

Penilaian dilakukan dengan cara menganalisa fitur-fitur penunjang kestabilan pijakan dan keadekuatannya secara fungsional. Poin-poin yang dinilai:

  • Kelengkapan fitur-fitur dasar penunjang kestabilan.
  • Keadekuatan konstruksi dalam menunjang kestabilan pijakan pada aktivitas olahraga basket yang berintensitas tinggi.
E. Materials (Bahan-Bahan)

Penilaian dilakukan dengan menganalisa bahan-bahan dasar yang digunakan pada konstruksi sepatu basket dalam hubungannya dengan aktivitas olahraga bola basket. Poin-poin yang dinilai:

  • Kualitas struktur upper dalam mengantisipasi friksi dan tekanan dari kaki.
  • Kualitas struktur upper dalam melindungi kaki terhadap benturan.
  • Kualitas struktur bantalan dalam mengantisipasi tekanan dari kaki.
  • Kualitas struktur lower dalam mengantisipasi friksi.
  • Kualitas bahan upper dan lower dalam mendukung performa.*
  • Teknologi bahan.*

*Perlu tidaknya masih dalam proses penelitian tim DSB.

F. Features (Fitur-Fitur)

Penilaian dilakukan dengan cara menganalisa kelengkapan fitur-fitur dasar dan fitur-fitur tambahan yang dimiliki pada sebuah sepatu basket. Aspek ini merupakan penilaian konstruksi secara objektif yang mulai diberlakukan sejak 2017.

G. Construction (Konstruksi)

Penilaian dilakukan dengan cara menganalisa efisiensi konstruksi sepatu basket secara keseluruhan dalam mendukung biomekanisme gerakan-gerakan dalam cabang olahraga basket. Aspek ini merupakan penilaian konstruksi secara objektif yang mulai diberlakukan sejak 2017.

Angka Penilaian Pada Setiap Aspek Utama

Standar penilaian rata-rata pada setiap aspek utama adalah satu bintang ⭐ berwarna silver, yang mengacu pada konstruksi sepatu basket sederhana dengan kualitas konstruksi yang masih dapat memfasilitasi performa permainan pemain basket profesional, sesuai dengan kriteria kemampuan fisik yang telah ditetapkan.

⭐ berarti di atas rata-rata.

⭐ ⭐ berarti di atas rata-rata dengan kualitas yang sangat baik.

⭐ ⭐ ⭐ berarti berkualitas istimewa pada periodenya dan pantas mendapat nilai maksimal.

**Standar penilaian dapat berubah pada setiap periode waktu tertentu tergantung dari perkembangan teknologi konstruksi sepatu basket dalam mendukung efisiensi performa.

Aspek – Aspek Pengukuran Lainnya

Pada gambar hasil pengukuran terdapat hal – hal lainnya yang dinilai berdasarkan skala batang, antara lain:

1. Characteristic

Merupakan penggolongan karakteristik fungsional berdasarkan hasil analisa konstruksi secara objektif, antara lain (dari kiri ke kanan):

  • Spesifik untuk performa kecepatan.
  • Serba guna yang cenderung untuk performa kecepatan.
  • Serba guna.
  • Serba guna yang cenderung sangat suportif.
  • Spesifik yang sangat suportif.
2. Weight

Merupakan klasifikasi konstruksi sepatu basket berdasarkan beratnya, antara lain (dari kiri ke kanan):

  • Sangat ringan: < 11oz (model low) & < 12oz (model mid).
  • Ringan: 11oz ≤ – ≤ 12.5oz (model low) & 12oz ≤ – ≤ 13.5oz (model mid).
  • Sedang: 12.5oz ≤ – ≤14oz (model low) & 13.5oz ≤ – ≤ 15oz (model mid).
  • Berat: >14oz (model low) & >15oz (model mid).
3. Profile

Merupakan penggolongan ukuran ketebalan struktur lower yang diukur dari permukaan insole sampai permukaan outsole, antara lain (dari kiri ke kanan):

  • Sangat rendah: < 26/32″.
  • Rendah: 26/32″ – 30/32″.
  • Sedang: 30/32″ – 1 2/32″ (HT-drop : ≤7mm) atau 30/32″ – 1″ (HT-drop : >7mm)
  • Tinggi: > 1 2/32″.

*Untuk mempermudah klasifikasi, perhitungan ketinggian hanya dilakukan pada area ball of the foot.

4. H-T Drop

Merupakan penggolongan konstruksi berdasarkan jarak ketinggian struktur lower antara forefoot dengan rearfoot, antara lain (dari kiri ke kanan):

  • Sangat rendah: < 5mm.
  • Rendah: 5mm ≤ – ≤ 7mm.
  • Sedang: 7mm < – ≤ 9mm.
  • Tinggi: > 9mm.
5. Cushioning

Merupakan penggolongan struktur bantalan berdasarkan tingkat daya regang dan elastisitasnya, antara lain (dari kanan ke kiri):

  • Berelastisitas sangat rendah dan berdaya regang tinggi.
  • Berelastisitas rendah dan berdaya regang tinggi/rendah.
  • Berelastisitas tinggi dan berdaya regang tinggi/rendah.
  • Berelastisitas sangat tinggi dan berdaya regang tinggi.
6. Responsiveness

Aspek ini merupakan penggolongan tingkat daya reaksi bantalan pada forefoot dan rearfoot, antara lain (dari kanan ke kiri):

  • Gaya reaksi rendah.
  • Gaya reaksi sedang.
  • Gaya reaksi tinggi.
  • Gaya reaksi sangat tinggi.
7. Flexibility – Rigidity

Merupakan penggolongan tingkat rigiditas-fleksibilitas pada sebuah konstruksi sepatu basket, antara lain (dari kiri ke kanan):

  • Tingkat rigiditas rendah / fleksibel.
  • Tingkat rigiditas sedang, cenderung fleksibel.
  • Tingkat rigiditas sedang, cenderung kurang fleksibel.
  • Tingkat rigiditas tinggi / tidak fleksibel.

*Tingkat rigiditas – fleksibilitas yang diukur adalah fleksibilitas pada forefoot dalam mendukung pergerakan persendian MTP, tingkat rigiditas torsional pada 1/3 area tengah, dan tingkat rigiditas pada struktur counter.

8. Stability

Merupakan penggolongan tingkat kestabilan pijakan dari hasil evaluasi konstruksi sepatu basket secara keseluruhan, antara lain (dari kiri ke kanan):

  • Kestabilan kurang cukup adekuat.
  • Kestabilan cukup adekuat dengan konstruksi yang sederhana, namun masih terdapat kemungkinan untuk terjadinya gangguan kestabilan oleh karena berbagai faktor.
  • Kestabilan cukup adekuat, didukung konstruksi upper atau lower yang sangat suportif, atau memiliki konstruksi upper dan lower yang cukup suportif dengan fitur-fitur support tambahan yang memadai dalam menunjang kestabilan lateral dan/atau kestabilan torsional.
  • Kestabilan sangat adekuat, didukung konstruksi upper dan lower yang sangat suportif dengan adanya fitur-fitur tambahan yang sangat lengkap dalam menunjang kestabilan lateral dan kestabilan torsional.
9. Durability

Merupakan penggolongan kekuatan struktur upper dan lower berdasarkan hasil evaluasi konstruksi dan pengujian prospektif jangka pendek pada aktivitas olahraga basket yang berintensitas tinggi, antara lain (dari kiri ke kanan):

  • Struktur upper dan lower yang kurang cukup kuat.
  • Struktur upper dan/atau lower yang berdaya tahan cukup kuat, dengan konstruksi yang sesuai standarisasi minimal.
  • Struktur upper dan/atau lower yang berdaya tahan cukup kuat, dengan konstruksi yang didukung oleh pelindung tambahan yang memadai.
  • Struktur upper dan lower yang berdaya tahan sangat kuat, dengan konstruksi yang sangat kokoh.
10. Breathability

Merupakan penggolongan struktur upper berdasarkan kemampuan dalam memfasilitasi penguapan, antara lain (dari kanan ke kiri):

  • Memiliki struktur yang isolatif dan tidak memiliki celah ventilasi yang adekuat.
  • Memiliki struktur yang isolatif dengan celah ventilasi pada tongue atau 1/3 area upper. Atau tidak memiliki celah ventilasi khusus, namun memiliki struktur yang tidak isolatif (tipis dan masih dapat mendukung perforasi).
  • Memiliki celah ventilasi pada tongue atau 1/3 area upper, dengan struktur yang tidak isolatif. Atau memiliki struktur yang isolatif dengan celah ventilasi pada tongue dan 1/3 area upper.
  • Memiliki celah ventilasi pada tongue, 2/3 area upper, dan tidak isolatif.
11. Fit

Merupakan penggolongan ukuran sepatu basket bernomor ukuran 9 dan 10 yang dibandingkan dengan model kaki standard berukuran lebar medium (D) dan panjang yang sama dengan nomor ukuran sepatu berdasarkan pengukuran dengan alat Brannock, antara lain:

Panjang (dari kiri ke kanan):

  • Pendek, ujung jari terpanjang dan sisi belakang tumit melekat dengan tahanan kuat pada struktur upper, dan dapat menambah 1/2 nomor ukuran tanpa adanya masalah kuncian yang bermakna.
  • Sesuai dengan TTS, dengan jarak ujung jari terpanjang sekitar 1/4″ – 1/2″. Terdapat salah satu dari beberapa hal berikut ini: ujung jari 4 dan/atau 5, serta sisi belakang tumit yang melekat dengan tahanan kuat pada struktur upper.
  • Sesuai dengan TTS,  dengan jarak ujung jari terpanjang sekitar: 1/4″ – 1/2″. Tidak terdapat tahanan kuat pada ujung jari 4 dan 5, serta sisi belakang tumit.
  • Jarak ujung jari terpanjang >1/2″, dengan sisi belakang tumit yang renggang.

Lebar forefoot (dari kiri ke kanan):

  • Ramping (C).
  • Medium (D), dengan area forefoot yang menyempit dengan tahanan kuat.
  • Medium (D), dengan struktur upper yang dapat meregang sesuai kontur kaki tanpa tahanan yang berlebih.
  • Lebar (E).

Lingkar midfoot (dari kiri ke kanan):

  • Melekat dengan tahanan sangat kuat dan dapat menimbulkan gangguan yang bermakna (misalnya: nyeri dan lecet pada kulit).
  • Cukup sesuai dengan tahanan yang kuat pada kaki, dan masih memungkinkan untuk dapat menimbulkan gangguan rasa pegal dan nyeri.
  • Cukup sesuai dan dapat meregang sesuai dengan kontur kaki tanpa tahanan yang berlebih dan gangguan yang bermakna.
  • Besar dan dapat menimbulkan gangguan kelemahan kuncian.

Lingkar pergelangan kaki (dari kiri ke kanan):

  • Melekat dengan tahanan sangat kuat dan dapat menimbulkan gangguan yang bermakna (misalnya: nyeri dan lecet pada kulit).
  • Cukup sesuai dengan tahanan yang kuat pada kaki, dan masih memungkinkan untuk dapat menimbulkan gangguan rasa pegal dan nyeri.
  • Cukup sesuai dan dapat meregang sesuai dengan kontur kaki tanpa tahanan yang berlebih dan gangguan yang bermakna.
  • Besar dan dapat menimbulkan gangguan kelemahan kuncian.

Lingkar tumit (dari kiri ke kanan):

  • Melekat dengan tahanan sangat kuat dan dapat menimbulkan gangguan yang bermakna (misalnya: nyeri dan lecet pada kulit).
  • Cukup sesuai dengan tahanan yang kuat pada kaki, dan masih memungkinkan untuk dapat menimbulkan gangguan rasa pegal dan nyeri.
  • Cukup sesuai dan dapat meregang sesuai dengan kontur kaki tanpa tahanan yang berlebih dan gangguan yang bermakna.
  • Besar dan dapat menimbulkan gangguan kelemahan kuncian.
Rekomendasi

Pada lembar hasil pengukuran terdapat 5 rekomendasi, antara lain:

  • Rekomendasi ukuran lebar kaki: sedang (D), lebar (E), dan ramping (C).
  • Rekomendasi tipe arkus: rendah, sedang, dan tinggi.
  • Rekomendasi posisi (konvensional): PG, SG, SF, PF, dan C.
  • Rekomendasi berdasarkan karakteristik pemain / permainan: ball handler, perimeter shooter, perimeter defender, slasher, post player, post defender, rebounder, combo guard, swingman, dan cornerman.
  • Rekomendasi jenis lapangan basket: indoor (hardwood, plastik, etc) dan outdoor (aspal, semen, composite, etc).
Grade

Pengkategorian nilai sepatu basket pada blog ini digolongkan menjadi:

Grade S
  • Konstruksi yang sangat spesifik atau serba guna.
  • Memiliki konstruksi yang sangat efisien dalam mendukung performa secara spesifik.
  • Memiliki nilai penuh (3 bintang) pada aspek-aspek penilaian yang spesifik atau secara umum.
Grade A
  • Konstruksi yang spesifik, serba guna, atau semi serba guna.
  • Memiliki fitur-fitur dasar yang lengkap, dengan fitur-fitur tambahan yang spesifik.
  • Memiliki nilai yang sangat baik (2 bintang) pada > 50% aspek penilaian umum dan/atau spesifik.
Grade B
  • Konstruksi yang spesifik, serba guna, atau semi serba guna.
  • Memiliki fitur-fitur dasar yang lengkap, dengan atau tanpa fitur-fitur tambahan yang spesifik.
  • Minimal memiliki nilai yang cukup baik (1 bintang) seluruh aspek penilaian.
Grade C
  • Konstruksi spesifik, serba guna, atau semi serba guna.
  • Memiliki fitur-fitur dasar yang lengkap.
  • Minimal memiliki nilai yang cukup baik (1 bintang) pada 50% aspek penilaian umum, dengan aspek vital yang tidak kurang dari 1 bintang silver.
Grade D
  • Kriteria hampir sama seperti Grade C, namun memiliki salah satu aspek vital dengan nilai yang kurang dari 1 bintang silver.
Grade E
  • Konstruksi yang tidak memenuhi kriteria C dan D. Hampir tidak pernah ditemukan pada masa modern ini.

*Kategori B sampai S direkomendasikan bagi semua kalangan pemain basket, terutama pemain basket profesional, maupun pemain basket amatir dan pelajar yang dengan serius berlatih basket.

**Kategori C merupakan standar minimal yang masih direkomendasikan untuk semua kalangan pemain basket.

***Kategori D direkomendasikan kalangan pemain basket amatir untuk aktivitas olahraga basket yang berintesitas sedang-rendah.

****Kategori E tidak direkomendasikan oleh tim DSB.