Analisis Tumbangnya Tim Indonesia Selection oleh Methodist 2 Hawks di Elang Cup 2019

Tim Indonesia Selection mengalami kekalahan perdana di Elang Cup 2019, dari tim tuan rumah (Methodist 2 Hawks) dengan skor 89-73. Rendahnya presentase defensive rebound (DReb%) menjadi salah satu faktor utama penyebab kekalahan tim Indonesia Selection. Walau demikian, terdapat perkembangan performa dibandingkan laga pertama (yang berakhir dengan kemenangan), yaitu meningkatnya efektivitas tembakan (eFG%) dan efisiensi serangan (Off Rtg).

Pada laga ini, tim Indonesia Selection memiliki angka DReb% yang sangat kecil, yaitu hanya sebesar 53% (menurun 26% dibandingkan laga pertama). Kualitas koordinasi pertahanan (terutama koordinasi box out) yang dilakukan tim Indonesia Selection masih belum cukup untuk mengantisipasi upaya rebound yang dilakukan para pemain lawan, terutama Savon Goodman dan Samuel Deguara. Kedua pemain tersebut mampu melakukan 55% dari total 18 OReb yang dicatatkan tim Methodist 2 Hawks. Tingginya angka rebound yang dilakukan tim lawan menyebabkan selisih jumlah kesempatan untuk mencetak angka yang cukup besar, yaitu sekitar 11 kesempatan.

Di samping kekalahan yang cukup jauh, terdapat perubahan positif pada performa tim Indonesia Selection dibandingkan dengan laga pertama, yang salah satunya adalah peningkatan efisiensi serangan menjadi 0.9 angka pada setiap penguasaannya. Peningkatan efisiensi serangan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan efektivitas tembakan yang menjadi 51% (6% lebih tinggi daripada laga pertama). Peningkatan drastis efektivitas tembakan disebabkan oleh meningkatnya produktivitas dan efektivitas tembakan 3P menjadi 42% dari 26 upaya tembakan 3P, dibandingkan dengan laga pertama yang hanya sebesar 24% dari 25 upaya tembakan 3P.

Juan Laurent (15 Pts, 2 Ast, 1 Reb) dan Mei Joni (12 Pts, 1 Ast, 5 Reb) menjadi kontributor utama tembakan 3P, sekaligus memiliki efisiensi serangan yang tertinggi pada laga ini. Juan mencetak 4 dari 6 upaya tembakan 3P (66.7%), sementara Mei Joni mencetak 4 dari 5 upaya tembakan 3P (80%). Selain mereka berdua, Andakara Prastawa (13 Pts, 6 Ast) merupakan kontributor utama lainnya dengan efektivitas yang cukup tinggi, namun memiliki efisiensi serangan yang masih kurang adekuat untuk mendukung kesuksesan tim. Demikian pula dengan Kaleb Gemilang (7 Pts, 1 Ast, 5 Reb) dan Abraham Grahita (8 Pts, 3 Reb) dengan catatan efektivitas dan efisiensi yang masih belum cukup adekuat. Sebaliknya, Muhammad Reza (6 Pts, 2 Reb, 1 Ast) yang mendapat kesempatan tampil selama 7 menit, mampu berkontribusi dengan efektivitas dan efisiensi yang cukup baik.

Statistik tim Indonesia Selection saat menghadapi Methodist 2 Hawks di Elang Cup 2019.

Vincent Rivaldi, Kaleb Gemilang, Laurentius Oei, dan Mei Joni menjadi kontributor utama rebound di tim Indonesia, dimana masing-masing dari mereka berkontribusi sebanyak 5 Reb. Minimnya kontribusi rebound yang cukup bermakna dari Juan Laurent, serta absennya Muhammad Hardian menjadi salah satu faktor menurunnya angka rebound di tim Indonesia. Perlu diketahui bahwa jumlah total rebound pada laga ini sesuai dengan rata-rata total rebound tim Indonesia di Jones Cup 2019 (28.1 Reb), dimana tidak ada satupun pemain dengan rata-rata rebound yang mencapai angka 5 Reb di Jones Cup 2019. Dengan demikian, enam kontributor utama rebound tersebut harus berkoordinasi dengan lebih baik lagi dalam upaya meningkatkan rata-rata rebound apabila ingin meraih gelar juara di Elang Cup 2019.

Tabel empat faktor para atlet tim Indonesia Selection saat menghadapi Methodist 2 Hawks di Elang Cup 2019.

Berdasarkan hasil analisis empat faktor menunjukkan bahwa kekalahan tim Indonesia Selection disebabkan oleh rendahnya DReb% yang menyebabkan selisih kesempatan untuk mencetak angka yang sangat besar. Selain itu, tingginya TO% masih menjadi masalah utama sejak pertandingan pertama. Walau demikian, pada laga ini terdapat peningkatan efektivitas tembakan yang cukup bermakna, yang berdampak pada peningkatan efisiensi serangan. Di antara para pemain, hanya terdapat dua pemain utama dengan performa yang sudah cukup adekuat untuk mendukung kesuksesan tim berdasarkan hasil analisis efektivitas dan efisiensi serangan, yaitu Juan Kokodiputra dan Mei Joni.

Didik Haryadi

Leave a Reply