Analisis Kemenangan Tim Indonesia Selection atas Red Baron Malaysia di Elang Cup 2019

Tim Indonesia Selection berhasil menutup laga terakhir di grup A dengan kemenangan 81-68 atas Red Baron Malaysia. Terlihat adanya peningkatan efisiensi serangan yang cukup signifikan, yang menjadi faktor utama kemenangan tim Indonesia Selection pada laga ini. Selain itu, juga terdapat penurunan persentase turnover yang cukup bermakna, yang selama ini menjadi salah satu masalah utama di tim Indonesia. Andakara Prastawa, Laurentius Oei, dan Abraham Grahita menunjukkan peningkatan performa yang sangat bermakna terhadap melonjaknya efisiensi permainan tim Indonesia Selection. Di samping peningkatan-peningkatan tersebut, rendahnya persentase defensive rebound masih menjadi masalah utama pada laga ini, di samping keunggulan faktor FT Rate di pihak lawan.

Pada sepanjang turnamen Elang Cup 2019, terlihat adanya peningkatan efisiensi serangan di tim Indonesia Selection yang puncaknya adalah pada laga ketiga ini. Tim Indonesia Selection mampu menghasilkan 1.3 angka pada setiap penguasaan, mengalahkan rekor tertinggi sebelumnya (1.0 angka pada setiap penguasaan) ketika berhadapan dengan UBC Thunderbirds di Jones Cup 2019.

Berdasarkan hasil analisis empat faktor, terlihat bahwa tim Indonesia Selection berhasil unggul dalam hal efektivitas tembakan (eFG%) dengan selisih sebesar 13%. Tingginya efektivitas tembakan di area 2P menjadi faktor pendukung keunggulan eFG% untuk tim Indonesia Selection. Laurentius Oei (18 Pts, 1 Ast, 6 Reb) menjadi kontributor utama di area 2P, dengan menyumbangkan 16 angka (0.8 2P%) di area tersebut.

Terdapat enam pemain dengan efektivitas tembakan yang telah memenuhi standar pendukung kesuksesan, dan tiga di antaranya memiliki efektivitas maupun produktivitas yang tergolong sangat baik, yaitu Laurentius Oei (10 FGA, 0.8 eFG%), Andakara Prastawa (14 FGA, 0.61 eFG%), dan Mei Joni (6 FGA, 0.58 eFG%). Sedangkan Kaleb Gemilang (5 FGA, 0.9 eFG%) dan Indra Muhammad (3 FGA, 0.67 eFG%) memiliki efektivitas tembakan yang sangat tinggi, namun jumlah upaya tembakan (FGA) yang dilakukan kurang dari rata-rata (6 FGA) atau di bawah 10% dari total upaya tembakan. Sementara Abraham Grahita (8 FGA, 0.5 eFG%) memiliki produktivitas yang tinggi, namun efektivitas tembakannya masih dalam batas minimal.

Statistik tim Indonesia Selection saat menghadapi Red Baron Malaysia di Elang Cup 2019.

Berdasarkan hasil analisis efisiensi serangan, terdapat empat pemain dengan efisiensi yang tergolong sangat baik. Laurentius Oei, Andakara Prastawa, dan Abraham Grahita adalah tiga di antaranya dengan lonjakan efisiensi serangan yang sangat bermakna terhadap kesuksesan tim. Satu pemain lainnya adalah Indra Muhammad, yang telah terbukti menjadi salah satu pemain dengan efektivitas yang tertinggi di Jones Cup 2019. Tingginya efisiensi serangan keempat pemain ini bukan hanya disebabkan oleh kontribusi angka dan efektivitas tembakan, namun juga karena minimnya TOV yang dilakukan oleh mereka berempat pada laga ini.

Dari hasil analisis empat faktor menunjukkan bahwa tim Indonesia Selection mengalami perubahan positif pada faktor TO%. Hanya terdapat dua pemain utama dengan angka TO% yang tinggi, yaitu Kaleb Gemilang (46%) dan Mei Joni (39%). Bahkan, Andakara Prastawa berhasil menurunkan angka TO% menjadi 8%, dimana pada dua pertandingan sebelumnya menjadi pemain dengan jumlah TOV terbanyak.

Tabel empat faktor para atlet tim Indonesia Selection saat menghadapi Red Baron Malaysia di Elang Cup 2019.

Salah satu masalah utama pada laga ini adalah rendahnya persentase defensive rebound (DReb%) yang hanya sebesar 56%. Selain itu, banyaknya pelanggaran yang berhubungan dengan peningkatan FT Rate di pihak lawan merupakan masalah utama lainnya. Baik masalah faktor DReb% maupun pelanggaran yang menghasilkan lemparan gratis ekstra, memberikan sekitar 4 kesempatan yang lebih banyak untuk mencetak angka di pihak lawan.

Di antara para pemain utama, Juan Laurent (9 FGA, 0.17 eFG%) menjadi beban terbesar pada laga ini. Efektivitas dan efisiensi serangan Juan menurun drastis ke titik terendahnya pada sepanjang kompetisi ini. Selain Juan, Hardianus Lakudu dan Muhammad Hardian masih belum menunjukkan performa yang dapat mendukung kesuksesan tim pada kompetisi ini.

Sampai pada laga ketiga di Elang Cup 2019 ini, tim Indonesia Selection masih menunjukkan tren peningkatan dalam hal efisiensi serangan dan efektivitas tembakan. Selain itu, pada laga ketiga ini terjadi penurunan persentase turnover yang cukup signifikan. Walau demikian, faktor rebound masih menjadi masalah utama yang belum terlihat perubahannya dengan cukup bermakna. Terdapat empat pemain dengan performa yang sangat mendukung kesuksesan tim, yaitu Laurentius Oei, Andakara Prastawa, Abraham Grahita, dan Indra Muhammad. Sedangkan Kaleb Gemilang dan Mei Joni, yang sebenarnya sudah sangat produktif dan efektif, memiliki angka TO% yang sangat tinggi dan menyebabkan penurunan efisiensi serangan hingga ke tingkat yang masih belum cukup untuk mendukung kesuksesan.

Didik Haryadi

Leave a Reply