Ada Apa dengan Tumbangnya Tim Basket Putri Banten yang Mendominasi Empat Faktor?

Perlawanan sengit tim basket putri Banten, yang berhasil mendominasi empat faktor, akhirnya berhasil dihentikan Jambi dengan skor 53 – 62 di babak perpanjangan. Keunggulan tiga dari empat faktor ternyata masih belum cukup untuk membuat Banten menang dari Jambi yang hanya menguasai faktor OR%. Rendahnya efisiensi serangan dan banyaknya jumlah OReb yang dilakukan Jambi merupakan faktor penyebab tumbangnya Banten pada laga Pra PON 2019 tersebut.

Banten langsung kehilangan momentum sejak babak perpanjangan dimulai. Jambi berhasil meninggalkan Banten dengan selisih 11 angka dalam waktu 2 menit 27 detik. Walau pada babak ini Banten menyerang dengan intensitas yang lebih tinggi dari Jambi, namun Banten memiliki efektivitas serangan yang lebih rendah. Banten hanya mencetak 1 dari 11 FGA, sedangkan Jambi mencetak 5 dari 8 FGA.

Statistik tim basket Putri Banten saat menghadapi Jambi pada Pra PON 2019.

Berdasarkan statistik, Banten memiliki efisiensi serangan yang lebih rendah dari Jambi. Banten hanya mampu menghasilkan 0.6 angka pada setiap penguasaan, sedangkan Jambi mampu menghasilkan 0.7 angka. Selain itu, Banten memiliki sekitar 26 penguasaan yang menghasilkan angka dari total 81 penguasaan, sedangkan Jambi memiliki 27 penguasaan yang menghasilkan angka dari total 83 penguasaan. Demikian pula dengan apabila faktor pelanggaran dihilangkan, maka Banten memiliki efektifitas sebesar 28%, sedangkan Jambi sebesar 29%.

Terdapat hal menarik dimana sebenarnya Jambi memiliki lebih banyak kesempatan untuk mencetak angka (Play) oleh karena angka OReb (30) yang jauh lebih tinggi dari Banten. Namun, Jambi hanya berhasil memanfaatkan 27 penguasaan untuk mencetak angka dari total 112.6 kesempatan untuk mencetak angka (Play). Hal tersebutlah yang membuat angka Play% tim Jambi lebih rendah dari Banten.

Jika dilihat dari empat faktor kemenangan, Banten berhasil menguasai tiga faktor termasuk yang terpenting, yaitu eFG%. Namun masalahnya adalah Jambi yang berhasil unggul dalam hal OR% ternyata berhasil mendapatkan 17 angka dari OReb. Selain itu, walau FT Rate% Banten tampak lebih tinggi, namun mereka hanya berhasil memasukkan 9 dari 25 FTA, dibandingkan dengan Jambi yang memasukkan 9 dari 14 FTA.

Ditinjau dari statistik para pemain, tim Banten terkesan memiliki masalah pada pemilihan penyerangan (%TM Poss). Terdapat tiga pemain yang berkontribusi pada 51% penguasaan, namun memiliki Off Rtg dan Floor% yang di bawah rata – rata tim. Rendahnya produktivitas dan efektivitas tiga pemain tersebut juga tercermin pada angka eFG% dan TS% yang rendah.

Reb Senilai 17 Angka

Tumbangnya tim Basket putri Banten merupakan contoh kasus yang menunjukkan pengaruh efisiensi serangan dan OReb, disamping dari sekedar efektivitas dan empat faktor. Perlu dipertegas kembali bahwa Banten hanya mendominasi tiga dari empat faktor dengan selisih keunggulan yang sangat kecil, yaitu +2 eFG%, -2 TOV%, dan +2 FT Rate%. Sementara mereka memiliki selisih kekurangan OR% sebesar -18, dimana besarnya angka OReb yang dicetak lawan menyebabkan selisih jumlah percobaan tembakan yang cukup besar, dan terbukti menghasilkan 17 angka dari upaya OReb.

Didik Haryadi

Leave a Reply