Nike Hyperlive Performance Review

Nike Hyperlive.JPG

Nike Hyperlive merupakan lanjutan dari seri Hyperchase pada tahun sebelumnya, yang masih mempertahankan karakteristik konstruksi yang mirip. Sepatu basket ini memiliki konstruksi bagian atas yang asimetris dan berstruktur jaring berkerapatan rendah, memiliki struktur bantalan yang menggunakan drop – in PU midsole, dan memiliki outsole dengan pola traksi heksagonal. Model yang digunakan pada artikel ini adalah edisi All Star (White/Black/Hyper Cobalt/Varsity Maize) yang digunakan oleh Paul George pada NBA All-Star Game tahun 2016.

This slideshow requires JavaScript.

 : 26 Desember 2016 |  : $110

Karakteristik

 : Serba Guna

  • Performa Kecepatan      Suportif

 : 12.1 oz | Ringan

  • Ringan      Berat

: Ukuran Sebenarnya – Sedang (D)

  • Depan :
    • Lebar      Ramping
  • Tengah :
    • Lebar      Ramping
  • Belakang :
    • Lebar      Ramping
  • Ukuran Panjang :
    • Kecil      Besar

 | Profil dan Tinggi

  • B – D : Rendah | ± 5mm
    • Rendah      Tinggi
  • Belakang (B) : Rendah | ± 28.5mm
    • Rendah      Tinggi
  • Depan (D) : Sedang | ± 23.5mm
    • Rendah      Tinggi

 | Bantalan

  • Kelembutan (B) :
    • Minimal      Maksimal
  • Elastisitas (B) :
    • Minimal      Maksimal
  • Kelembutan (D) :
    • Minimal      Maksimal
  • Elastisitas (D) :
    • Minimal      Maksimal

 | Fitur – Fitur Penunjang

  • Kestabilan :
    • Minimal      Maksimal
  • Kuncian :
    • Minimal      Maksimal

 | Traksi :

  • Minimal      Maksimal

 | Fleksibilitas – Rigiditas :

  • Rigiditas MTP :
    • Minimal      Maksimal
  • Rigiditas Torsi :
    • Minimal      Maksimal
  • Rigiditas Tumit :
    • Minimal      Maksimal

 | Penguapan :

  • Minimal      Maksimal

 | Kekokohan Konstruksi :

  • Atas :
    • Minimal      Maksimal
  • Sol Tengah :
    • Minimal      Maksimal
  • Sol Luar :
    • Minimal      Maksimal

Atlet NBA : Paul George, Andre Iguodala, Isaiah Thomas, & Clint Capela.

Alasan menggunakan Nike Hyperlive :

  • Konstruksi yang ringan dan fleksibel.
  • Bantalan yang mendukung proprioseptif dan protektif terhadap benturan.
  • Keawetan bantalan.

Alasan tidak menggunakan Nike Hyperlive :

  • Konstruksi yang kurang suportif dalam menunjang kestabilan.
  • Bantalan yang kurang responsif.

Kesimpulan

Nike Hyperlive tergolong sebagai sepatu basket serba guna yang mendukung performa kecepatan, memiliki bantalan yang berukuran B-D yang tergolong rendah, serta memiliki sol luar yang direkomendasikan untuk semua jenis lapangan basket. Nike Hyperlive merupakan alternatif yang direkomendasikan untuk para atlet basket yang membutuhkan sepatu basket yang dapat mendukung keleluasaan pergerakan, tanpa membutuhkan fitur – fitur penunjang kestabilan yang berlebih. Selain itu sepatu basket ini memiliki struktur bantalan yang sangat protektif terhadap tumbukan dan sangat mendukung proprioseptif, sehingga sangat cocok untuk para atlet yang memiliki gaya permainan yang bermobilitas tinggi.

Nike Hyperlive.JPG

Upper

Terdapat synthetic overlays pada sekitar tepi dan sisi lateral area depan.

NIke Hyperlive

Synthetic overlays pada sisi lateral area depan yang terhubung dengan tiga lubang tali, untuk membantu menarik struktur jaring bagian depan sesuai dengan kontur kaki.

Nike Hyperlive.JPG

Lining yang menggunakan jaring berkerapatan tinggi, yang direkatkan dengan jaring berkerapatan rendah pada sisi luar.

Nike Hyperlive.JPG

Terdapat penyangga pada tepi bawah area MTP yang berbahan dasar EVA. Adanya lubang pada struktur penyangga tersebut membuatnya agar lebih fleksibel dan mudah meregang sesuai kontur kaki.

Nike Hyperlive.JPG

Pada area belakang memiliki struktur penyangga eksternal berbahan dasar EVA yang asimetris, dengan sisi medial yang lebih tinggi.

Nike Hyperlive

Sepatu ini memiliki struktur tongue yang konvensional, yang dilapisi busa tipis pada bagian depan dan dilapisi busa tebal pada bagian ujung. Terdapat inner sleeve yang dilapisi busa tipis pada 1/3 area depan.

Nike HyperliveNike Hyperlive

Sepatu ini memiliki struktur collar yang konvensional, dengan menggunakan lapisan busa tebal dan padat untuk mendukung kuncian pada tumit dan pergelangan kaki.

Nike HyperliveNike Hyperlive

Sepatu ini memiliki sistem pentalian yang asimetris dengan menggunakan enam pasang lubang tali.

Nike Hyperlive.JPG

Cushioning

Bantalan sepatu ini menggunakan drop-in PU midsole yang berdensitas tinggi dan terdapat lapisan busa EVA tipis pada dasarnya.

Nike Hyperlive.JPG

 

Nike Hyperlive.JPG

Outsole

Outsole sepatu ini menggunakan karet solid dengan pola traksi heksagonal pada seluruh permukaannya yang dapat mengantisipasi berbagai arah traksi.

Nike Hyperlive.JPG

Fleksibilitas – Rigiditas

Sepatu ini memiliki rigiditas area MTP dan rigiditas torsional yang rendah oleh karena tidak adanya struktur penyangga tambahan, dengan rigiditas yang berasal dari struktur sol. Garis potongan pada sol area MTPJ dan banyaknya celah – celah pada sol luar mendukung fleksibilitas pada area depan.

Nike HyperliveNike Hyperlive

Pada area tumit memiliki rigiditas yang tinggi oleh karena tertahan midsole pada bagian dalam dan terekat dengan penyangga eksternal.

Nike Hyperlive

Evaluasi Kestabilan

Sepatu ini tidak memiliki penyangga eksternal yang cukup tinggi untuk menopang kaki yang berpijak pada drop – in midsole, sehingga dapat mengalami gangguan kestabilan pada tekanan kuat ke arah lateral di area tumit. Selain itu sepatu ini memiliki kuncian pada area belakang yang kurang adaptif, sehingga dapat mengalami kelonggaran pada gerakan supinasi.

Nike Hyperlive.JPG

Leave a Reply