Diskusi Tentang Under Armour Curry Generasi Kedua: Curry 2, Curry 2 Low, dan Curry 2.5

UA Curry 2.JPG

Berikut ini merupakan artikel diskusi yang membahas pertanyaan-pertanyaan dari para pembaca melalui email: diarisepatubasket@gmail.com dan twitter: @MySneakersDiary, mengenai sepatu basket UA Curry 2, UA Curry 2 Low, dan UA Curry 2.5 yang telah dibahas pada artikel – artikel berikut ini: UA Curry 2 Performance ReviewUA Curry 2 Low Performance Review, dan UA Curry 2.5 Performance Review.

10 pertanyaan terbanyak yang penulis terima melalui email dan twitter :
1. Apakah perbedaan konstruksi sepatu basket UA Curry 2, UA Curry 2 Low, dan UA Curry 2.5?

Persamaan:

  • Ketiganya memiliki struktur outsole dan Charged midsole yang sama.
  • UA Curry 2 dan Curry 2 Low memiliki struktur sockliner yang sama.

Dengan demikian perbedaannya adalah:

  • Ketiganya memiliki konstruksi upper yang berbeda.
  • UA Curry 2.5 memiliki struktur sockliner yang berbeda dengan 2 model lainnya.

*UA Curry 2 Low tidak bisa disebut UA Curry 2 yang dipotong collar-nya saja, karena keduanya memiliki penempatan penggunaan bahan tekstil pada lapisan terluar yang berbeda.

Perbedaan ketiga sepatu ini sebenarnya sudah terlihat dengan jelas pada pembahasan masing-masing artikelnya. Silahkan dilihat kembali untuk pembahasan lebih lengkap.

 

2. Manakah sepatu basket yang memiliki performa terbaik di antara ketiganya?

UA Curry 2.5 merupakan yang terbaik berdasarkan total penilaian hasil evaluasi yang telah dibahas pada masing-masing artikel. Akan tetapi bila ditinjau dari kesesuaian konstruksi dalam mendukung performa secara spesifik, maka sebenarnya UA Curry 2 dan UA Curry 2.5 memiliki kualitas yang sama baiknya, di mana keduanya memiliki kualitas aspek-aspek vital (kualitas kuncian dan performa traksi) yang relatif sama, dengan perbedaan pada rigiditas konstruksi area tumit dan ketebalan bantalan.

Konstruksi UA Curry 2 memiliki keleluasaan pergerakan pergelangan kaki yang lebih baik dan memiliki pijakan yang lebih low profile dari UA Curry 2.5. Sedangkan UA Curry 2.5 memiliki area tumit yang lebih suportif dengan sockliner berbahan EVA yang lebih tebal (memiliki pijakan yang lebih lembut dan memiliki daya redam terhadap tumbukan yang sedikit lebih baik).

*Pijakan yang lebih low profile sebanding dengan optimalisasi fungsi proprioseptif tapak kaki dan lebih mendukung kestabilan pijakan, sehingga tidak ada perlunya memiliki struktur tumit yang berigiditas terlalu tinggi pada pijakan yang rendah. Sebaliknya pijakan yang lebih tinggi dapat menurunkan fungsi proprioseptif tapak kaki, sehingga membutuhkan struktur area tumit yang lebih suportif. Telah dibahas bahwa Curry 2.5 memiliki pijakan yang lebih tinggi dari Curry 2.

 

3. Manakah sepatu basket yang memiliki daya tahan konstruksi paling kuat di antara ketiganya?

UA Curry 2.5 > Curry 2 > Curry 2 Low.

 

4. Siapakah yang direkomendasikan untuk menggunakan sepatu-sepatu ini?

UA Curry 2.5 direkomendasikan untuk semua posisi dan tipe pemain basket, terutama para rebounder, post player, dan big man, yang ingin merasakan kualitas bantalan Charged dan performa traksi yang dimiliki sepatu basket Curry .

UA Curry 2 lebih direkomendasikan untuk pemain PG, SG, dan SF, dengan berbagai tipe permainan. Bagi pemain PG, SG, dan SF yang agresif melakukan rebound, maupun yang bertipe slasher dapat mempertimbangkan UA Curry 2.5 karena memiliki struktur area pergelangan kaki yang lebih suportif.

UA Curry 2 Low lebih direkomendasikan untuk pemain PG dan SG, dengan berbagai tipe permainan.

 

5. Apakah sepatu basket Curry generasi kedua ini lebih baik dari generasi sebelumnya?

Bila ditinjau dari kualitas konstruksi dan bahan secara objektif, maka sepatu basket generasi kedua ini lebih baik dari generasi pertama. Demikian pula bila ditinjau dari segi versatilitas performanya. Akan tetapi bila ditinjau dari kualitas performa secara spesifik dalam mendukung performa permainan PG dan SG yang bermobilitas tinggi, maka UA Curry 1 cukup seimbang dengan UA Curry 2, dimana keduanya memiliki masing-masing kelebihannya secara spesifik, misalnya: Curry 1 memiliki bantalan yang lebih mendukung fungsi proprioseptif tapak kaki, sedangkan Curry 2 memiliki bantalan yang lebih responsif dan lebih protektif, etc. (Hanya membandingkan versi mid saja).

 

6. Manakah yang sebaiknya dibeli dengan harga yang sama: UA Curry 1 atau UA Curry 2?

Bagi pemain basket ‘rekreatif’ dan ‘serius’, penulis lebih merekomendasikan UA Curry 2 dengan pertimbangan versatilitasnya dan bantalan yang lebih nyaman. Namun bagi pemain PG ‘serius’ yang banyak berlari dan banyak melakukan manuver gerakan lateral sepanjang permainan dapat mempertimbangkan UA Curry 1 karena memiliki struktur bantalan dan fleksibilitas konstruksi yang lebih baik dalam mendukung keleluasaan pergerakan.

*Pemain basket ‘rekreatif’ merupakan istilah pemain basket yang bermain basket untuk sekedar bersenang-senang. Pemain basket ‘serius’ merupakan istilah pemain basket yang aktif latihan fisik berintensitas tinggi dan latihan teknik olahraga basket secara rutin, yang bertujuan untuk meraih prestasi dan target tertentu yang hendak dicapai.

 

7. Manakah yang sebaiknya dibeli dengan harga yang sama: UA Curry 2 atau UA Curry 2.5?

Bagi pemain basket ‘rekreatif’, penulis lebih merekomendasikan UA Curry 2.5 dengan pertimbangan versatilitasnya, kuncian dan bantalan yang lebih nyaman, serta konstruksi yang lebih suportif dan berdaya tahan lebih kuat. Sedangkan rekomendasi bagi pemain basket ‘serius’ telah dijelaskan pada masing-masing artikel dan poin nomor 3 di atas.

 

8. Manakah yang sebaiknya dibeli dengan harga yang sama: UA Curry 1 Low atau UA Curry 2 Low?

Penulis lebih merekomendasikan UA Curry 1 Low bagi pemain basket ‘rekreatif’ dan ‘serius’ karena menggunakan OrthoLite insole dan memiliki konstruksi upper yang lebih suportif. Selain itu sebagian edisi UA Curry 1 Low memiliki nilai intrinsik yang lebih tinggi karena hanya diproduksi dalam jumlah yang lebih sedikit dari UA Curry 2 Low.

 

9. Apakah UA Curry 2, Curry 2 Low, dan Curry 2.5 layak untuk dibeli dengan harga ritelnya tersebut?

UA Curry 2 ($130) dan Curry 2.5 ($135) merupakan salah satu pilihan yang terbaik untuk di kelas harganya karena dengan kualitas performa yang lebih superior dari rata-rata sepatu basket di kelas harga tersebut, namun harga kedua sepatu basket tersebut tergolong lebih murah dan lebih terjangkau daripada harga rata-rata sepatu basket dengan kualitas konstruksi dan performa yang sebanding. Terlebih lagi ketika UA Curry 3 telah dirilis, maka UA Curry 2 dan Curry 2.5 berpeluang untuk dijual dengan potongan harga yang dapat mencapai 15 – 20% dan membuat kedua sepatu tersebut menjadi salah satu pilihan yang terbaik di kelas harga ekonomis.

Sedangkan UA Curry 2 Low ($120) merupakan salah satu pilihan yang cukup baik di kelas harga ekonomis, dengan aspek performa traksi dan bantalan yang lebih superior dari rata-rata sepatu basket di kelas harga tersebut. Walau demikian dengan banyaknya kompetitor sepatu basket model lama yang telah banyak diobral dengan performa yang lebih superior dan konstruksi yang lebih baik, maka UA Curry 2 Low dengan harga ritelnya tersebut bukanlah pilihan yang terbaik.

 

10. Apakah alternatif sepatu basket lain yang lebih baik dari UA Curry 2, Curry 2 Low, dan Curry 2.5?

Untuk di golongan konstruksi dengan karakteristik yang mirip dan di kelas harga yang sama pada periode tahun 2015-2016, UA Curry 2 dan Curry 2.5 nyaris tidak memiliki kompetitor yang cukup berarti. Beberapa alternatif yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Adidas D Rose 6 dan 7 memiliki bantalan Boost yang lebih lembut dan responsif.
  • Nike Hyperdunk 2016 memiliki pijakan yang lebih low profile dan lebih responsif.
  • Nike Zoom Lebron Soldier 9 memiliki konstruksi yang lebih suportif dan kuncian yang lebih superior.

Keunggulan UA Curry 2 / 2.5 di antara para kompetitornya tersebut:

  • Performa traksi yang lebih superior dan lebih konsisten di berbagai jenis medan lapangan, di antara para kompetitornya.
  • Kuncian yang lebih nyaman dari Nike Zoom Lebron Soldier 9 dan Nike Hyperdunk ’16.
  • Bantalan yang relatif lebih nyaman karena memiliki daya regang yang lebih baik dari Nike Hyperdunk ’16 dan Nike Zoom Lebron Soldier 9.
  • Fleksibilitas dan keleluasaan pergerakan yang lebih baik dari Nike Hyperdunk ’16, Nike Zoom Lebron Soldier 9, dan Adidas D Rose 6 & 7.

Makin bingung? Untuk mudahnya:

  • Bila anda ingin sepatu basket yang versatile dengan performa dan kenyamanan yang paling seimbang, maka UA Curry 2 dan Curry 2.5 merupakan pilihan terbaik di antara para kompetitornya.
  • Bila anda ingin sepatu basket yang lebih suportif dan memiliki kestabilan pijakan yang lebih baik, maka Nike Zoom lebron Soldier 9 dan Nike Hyperdunk’16 merupakan alternatif yang dapat dipertimbangkan. Namun aspek kenyamanan kuncian dan kenyamanan bantalan sedikit dikorbankan tentunya.
  • Bila anda menginginkan sepatu basket dengan bantalan yang paling nyaman dan terasa lebih ‘membal’, maka pertimbangkanlah Adidas D Rose 6 atau 7. Namun memiliki sebagian besar aspek lainnya yang lebih inferior dari Curry 2 dan Curry 2.5.

*Kompetitor lain pada periode 2015-2016 seperti Jordan Super.Fly 4, Jordan Super.Fly 5, Nike Lebron Soldier X memiliki kualitas konstruksi dan performa yang lebih inferior daripada UA Curry 2 dan alternatif lain yang telah disebutkan di atas.

Berikut ini merupakan pertanyaan minor yang cukup menarik untuk dibahas:

Q: UA Curry 2 hanya mendapat 4 bintang untuk aspek support, apakah apakah ada kelemahan yang cukup berarti?

A: Nilai 4 bintang berarti sudah di atas rata-rata sepatu basket pada umumnya (3 bintang) dan bukan berarti ada kelemahan yang dapat meningkatkan risiko cedera pergelangan kaki, melainkan memiliki struktur support yang tidak selengkap atau sebaik yang mendapatkan 5 bintang. Silahkan lihat kembali: Kriteria Penilaian Sepatu Basket terbaru yang digunakan pada blog ini.

 

Q: UA Curry 2 dan Curry 2 Low mendapatkan 4 bintang pada aspek support, apakah kedua sepatu tersebut memiliki kualitas support yang sama? Padahal faktanya adalah UA Curry 2 Low memiliki collar yang lebih rendah dan lebih fleksibel, serta memiliki kelemahan kuncian peranjakan tumit.

A: Keduanya mendapatkan 4 bintang untuk menunjukkan bahwa aspek support pada kedua sepatu ini lebih baik dari rata-rata sepatu basket pada umumnya. Penilaian yang terbaru hanya menggunakan skala 5 tingkat dengan ketelitian sebesar 1 agar lebih memudahkan pembaca. Bila menggunakan skala penilaian lama seperti 2 tahun silam dengan ketelitian sebesar 0.25, maka UA Curry 2 memiliki aspek support yang lebih baik sebesar 0.5 penilaian dari UA Curry 2 Low.

 

Q: Aspek materials sepatu UA Curry 2, Curry 2 Low, dan Curry 2.5 hanya mendapat 4 bintang, apakah bahan ketiga sepatu tersebut kurang bagus?

A: Bahan ketiga sepatu tersebut memiliki daya tahan yang cukup baik, dan cukup menunjang performa permainan. Sekali lagi diperjelas bahwa nilai 4 bintang berarti sudah lebih baik dari rata-rata sepatu basket pada umumnya (3 bintang), namun belum cukup layak untuk mendapat 5 bintang yang turut memperhitungkan keseimbangan kekuatan bahan, inovasi, dan efektifitas dalam menunjang performa.

*Pada artikel-artikel lampau cukup banyak sepatu basket yang mendapatkan 5 bintang pada aspek materials yang seharusnya diturunkan menjadi 4 bintang dengan parameter penilaian yang terbaru. Contoh sepatu basket yang layak mendapat 5 bintang pada aspek materials adalah Nike Kobe 9 Elite dan Nike Lebron 12.

 

Q: UA Curry 2.5 mendapat 5 bintang pada aspek support, lantas mengapa UA Curry 2 hanya mendapat 4 bintang?

A: UA Curry 2.5 memiliki area pergelangan kaki dengan tingkat rigiditas yang lebih tinggi dan memiliki kualitas kuncian area tumit yang lebih baik. Selain itu konstruksi upper sepatu ini memiliki tahanan yang lebih kuat untuk mengantisipasi tekanan kaki ke arah lateral. Sehingga cukup wajar untuk mendapat 5 bintang dengan kualitas kuncian dan fitur-fitur support yang dimilikinya. Sedangkan UA Curry 2 memiliki fitur-fitur support dan kualitas kuncian yang sudah cukup baik untuk menunjang kestabilan pijakan, namun tingkat rigiditas yang dimiliki pada area pergelangan kaki masih belum cukup untuk membuatnya mendapatkan 5 bintang.

 

Q: Apakah bahan midsole yang disebut Charged pada sepatu ini?

A: Sampai pada saat artikel ini dibuat, pihak UA belum mengeluarkan publikasi yang menjelaskan teknologi bantalan Charged dengan lebih rinci seperti Adidas Boost dan Nike Lunarlon. Tapi bila dilihat dari strukturnya, bantalan Charged merupakan jenis busa yang berbahan dasar EVA, yang dibuat menjadi berelastisitas lebih tinggi daripada produk-produk bantalan berbahan dasar EVA pada umumnya.

 

Q: Apakah pijakan bantalan Charged pada UA Curry 2 ini ‘terasa’ lebih responsif dari bantalan Micro G dan Lunarlon dari produk sepatu basket lain?

A: Memang benar apabila diukur dengan alat ukur regangan dan elastisitas, maka Charged pada produk sepatu basket UA memiliki elastisitas yang lebih tinggi dari Micro G dan Lunarlon. Tapi daya reaksinya terlalu kecil untuk bisa dirasakan secara langsung oleh kaki kita karena bantalan tersebut tertutup oleh sockliner dan struktur lain yang mengurangi energi tumbukan. Terkecuali bila anda membandingkannya dengan cara menginjak berbagai jenis batang busa tersebut secara langsung, dengaan ketebalan yang sama.

Bila kaki anda bisa merasakan bahwa daya reaksi Charged pada UA Curry 2 ini lebih baik dari Micro G pada UA CFD dan Lunarlon pada Nike Kobe 11, maka 99% anda sudah tersugesti dan terpengaruh oleh iklan dan tukang review pencari popularitas yang suka ngarang.

Bila ingin tahu seperti apa contoh bantalan berstruktur foam yang dapat terasa responsif dengan nyata, maka cobalah produk Adidas Ultra Boost dengan midsole Boost yang tebal dan terbuka, atau Nike Kobe 9 dan Kobe 11 yang menggunakan drop-in Lunarlon midsole.

 

Q: Apakah yang dimaksud konstruksi upper berteknologi UA SpeedForm pada sepatu ini? Apakah keistimewaannya?

A: Konstruksi SpeedForm pada dasarnya adalah menggunakan kombinasi rajutan dan anyaman tekstil pada konstruksi upper untuk menghasilkan struktur yang suportif dan memiliki fleksibilitas untuk mengunci kaki sesuai konturnya dan mendukung pergerakan alamiah kaki. Dibandingkan dengan struktur rajutan saja atau anyaman saja, struktur SpeedForm yang lebih tebal memiliki tahanan yang lebih kuat dalam mendukung kuncian dan kestabilan pijakan. Walau demikian struktur SpeedForm tidak memiliki kemampuan daya regang dan celah ventilasi sebaik struktur rajutan.

 

Demikianlan pembahasan diskusi tambahan mengenai sepatu basket UA Curry generasi kedua dan semoga bermanfaat bagi para pembaca setia blog ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s