Pemahaman Mengenai Sepatu Basket Terbaik

Latar Belakang

Setiap pemain basket sebaiknya menggunakan sepatu basket yang terbaik karena sepatu basket yang terbaik dapat mendukung performa latihan dan permainan secara optimal untuk mencapai hasil yang maksimal. Salah satu masalah utama yang masih cukup sering dihadapi pemain basket adalah kesulitan dalam mengetahui dan menentukan sepatu basket yang terbaik untuk dirinya. Selain itu terdapat anggapan-anggapan tidak tepat mengenai sepatu basket, yang masih diyakini oleh sebagian besar pemain basket (terutama di negara berkembang seperti Indonesia), misalnya: sepatu basket yang terbaik adalah sepatu basket berteknologi termutakhir dan yang termahal, sepatu basket yang terbaik adalah sepatu basket signature series yang digunakan oleh atlet-atlet NBA, dan sebagainya. Sayangnya anggapan-anggapan yang keliru tersebut cukup sering membuat sebagian pemain basket pelajar dan amatir memaksakan diri untuk membeli sepatu basket yang terbaru dan termahal, yang sebenarnya mungkin kurang sesuai dengan kebutuhan.

compilation

Pengertian Sepatu Basket Terbaik

Sepatu basket yang terbaik adalah sepatu basket dengan konstruksi yang sesuai dengan karakteristik anatomi, karakteristik permainan, dan kebutuhan penggunaan dari masing-masing individu. Dengan demikian sepatu basket yang terbaik bersifat individual karena tergantung dari kesesuaian karakteristik konstruksi sepatu basket dengan karakteristik dan kebutuhan setiap individu pemain basket. Sehingga sepatu basket yang termahal maupun yang memiliki teknologi termutakhir belum tentu akan menjadi sepatu basket yang terbaik bila tidak memenuhi tiga syarat utama tersebut.

Sepatu Basket Terbaik.jpg

Berikut ini penulis akan memberikan tiga buah ilustrasi yang berasal dari fakta-fakta yang terjadi di antara pemain basket yang berkompetisi di NBA:

Ilustrasi 1:

Pemain basket profesional yang selalu bergonta-ganti sepatu basket dengan karakteristik yang berbeda pada setiap pertandingan dalam satu musim kompetisi. Performa permainan pemain basket tersebut terkesan kurang konsisten berdasarkan statistik pada sepanjang musim kompetisi tersebut. Contoh: NY dari Lakers, PJT dari Suns, JJ dari Raptors, etc.

Ilustrasi 2:

Pemain basket profesional yang selalu menggunakan sepatu basket yang sama pada saat latihan dan pertandingan dalam satu musim kompetisi. Performa permainan pemain basket tersebut terkesan cukup konsisten berdasarkan statistik pada sepanjang musim kompetisi tersebut. Misal: SC dan KT dari GSW, KL dari Spurs, CJM dari Blazers, CP dari Clippers, etc.

Ilustrasi 3:

Pemain basket profesional yang menggunakan sepatu basket model baru dengan teknologi yang termutakhir pada masanya. Namun sepatu basket tersebut bukanlah yang terbaik baginya karena memiliki konstruksi yang kurang sesuai dengan kondisi kaki pemain basket tersebut pada periode tersebut dan berpeluang untuk mempengaruhi performa permainannya. Misalnya:

  • Konstruksi Lb11 yang telah didesain sesuai dengan bentuk kaki LbJ ternyata masih dapat menimbulkan rasa nyeri pada kaki LbJ karena masih terdapat kekurangsesuaian dengan kondisi anatomi kaki LbJ. Dengan demikian Lb11 yang merupakan sepatu basket berteknologi termutakhir pada periode 2013-2014 bukanlah sepatu basket yang terbaik bagi LbJ. Sebaliknya Lb10 yang merupakan sepatu basket model tahun sebelumnya merupakan pilihan yang lebih baik.
  • KD7 yang merupakan salah satu sepatu basket model low rilisan tahun 2014 yang terbaik dari aspek versatilitas, performa traksi, dan bantalan, ternyata bukanlah pilihan yang terbaik bagi KD yang mengalami cedera tulang metatarsal. Model tahun sebelumnya: KD6 dengan kualitas yang lebih inferior pada beberapa aspeknya, ternyata merupakan pilihan yang terbaik bagi KD pada saat itu.
A. Karakteristik Anatomi Kaki

Dalam bidang persepatuan olahraga, tipe kaki dapat digolongkan secara sederhana menjadi tiga berdasarkan ukuran lebarnya, yaitu:

  • Ramping / narrow (B).
  • Sedang / standard / medium (D).
  • Lebar / wide (E).

Tipe kaki juga dapat digolongkan berdasarkan bentuk arkusnya, yaitu:

  • Arkus rendah / datar (flat / low arch).
  • Arkus normal (medium arch).
  • Arkus tinggi (high arch).

Sampai pada saat artikel ini dibuat, desain konstruksi sepatu basket pada umumnya dibuat sesuai dengan kecocokan ukuran kaki bertipe medium atau sesuai dengan ukuran pasar yang paling umum berdasarkan referensi dari masing-masing produsen sepatu basket. Selain itu beberapa produsen menggunakan bentuk model kaki para atlet pilihannya sebagai panduan desain konstruksi sepatu basket tertentu. Sehingga beberapa model sepatu basket signature series memiliki kecocokan ukuran yang berbeda dengan model-model sepatu basket pasaran pada umumnya, misalnya Nike Kyrie 1 yang memiliki area depan yang agak menyempit dan Adidas D Lillard 1.0 yang memiliki area depan yang agak lebar.

Produk sepatu basket pada umumnya tidak memiliki variasi desain konstruksi yang diperuntukkan bagi tipe kaki tertentu secara khusus. Berbeda dengan produk-produk sepatu lari yang memiliki desain konstruksi yang diperuntukkan secara khusus bagi kaki dengan ukuran lebar tertentu maupun bentuk arkus tertentu. Dengan demikian konsumen dapat dengan mudah memilih produk sepatu lari dengan mencocokkan informasi karakteristik sepatu lari tertentu dengan karakteristik kakinya.

Satu-satunya cara yang paling akurat untuk mengetahui kecocokan konstruksi sepatu basket dengan karakteristik kaki masing-masing pemain basket adalah dengan mencoba berbagai model sepatu basket secara langsung untuk beraktivitas basket. Walau cara tersebut adalah yang paling akurat dalam menentukan sepatu basket terbaik, namun membutuhkan biaya yang cukup besar dan kurang disarankan bagi pemain basket non-profesional dan kalangan pelajar yang memiliki keterbatasan dana.

Cara-cara lain yang lebih ekonomis adalah mengetahui ukuran dan bentuk kaki, dan mencari informasi yang akurat mengenai konstruksi sepatu basket dari sumber-sumber terpercaya, misalnya dari customer service masing-masing produsen sepatu basket atau pakar-pakar berkompetensi (misalnya: ilmuwan dan ahli biomekanika olahraga atau dokter ahli olahraga) yang melakukan pengamatan dan penelitian secara khusus di bidang basket (dengan menjadi pembaca setia blog ini, maka anda sudah berada di jalan yang benar :p) atau mencoba langsung di toko sepatu dan melakukan gerakan-gerakan seperlunya sampai merasa yakin bahwa sepatu tersebut cocok atau tidak cocok. Mengetahui ukuran kaki dapat dilakukan dengan alat ukur Brannock (lihat di sini: Brannock) yang tersedia di toko-toko sepatu dan untuk mengetahui tipe arkus dapat dilakukan dengan uji air secara sederhana (lihat di sini: Runnersworld ~ The Wet Test).

Oleh karena jarangnya kasus pemain basket yang bermasalah dengan keadaan kaki yang kurang umum (misalnya: high arch dan narrow feet), maka biasanya yang diperhitungkan mengenai aspek ini adalah kesesuaian karakteristik konstruksi sepatu basket dengan kecocokan ukuran panjang-lebar kaki dan bentuk arkus medium dan datar.

B. Penggolongan Sepatu Basket Berdasarkan Kebutuhan Fungsional

Pemain basket pada umumnya dikategorikan secara konvensional berdasarkan posisinya, yaitu: point guard, shooting guard, small forward, power forward, dan center. Seiring perkembangan zaman, pengkategorian berdasarkan posisi tersebut diperluas dengan tiga tipe tambahan, yaitu: combo guard, swingman, dan stretch four / cornerman.

Pada tahun 2012 seorang mahasiswa kedokteran dari Universitas Stanford, Alagappan melakukan analisa statistik pemain basket NBA pada tahun 2010-2011 dengan menggunakan Ayasdi. Alagappan mengajukan 13 tipe pemain basket berdasarkan hasil analisa statistik tersebut, antara lain: Offensive Ball-Handler, Defensive Ball-Handler, Combo Ball-Handler, Shooting Ball-Handler, Role-Playing Ball-Handler, 3-Point Rebounder, Scoring Rebounder, Paint Protector, Scoring Paint Protector, NBA 1st-Team, NBA 2nd-Team, Role Player, dan One-of-a-Kind.

Berdasarkan karakteristik permainannya, pemain basket dapat dikategorikan menjadi: ball handler, perimeter shooter, perimeter defender, slasher, post player, post defender, dan rebounder.

Para ahli penghuni blog Diari Sepatu Basket mengkategorikan sepatu basket berdasarkan kebutuhan fungsional dari berbagai karakteristik pemain basket, yaitu:

  • Sepatu basket untuk performa kecepatan.
  • Sepatu basket suportif.
  • Sepatu basket serba guna (versatile).
1. Sepatu basket untuk performa kecepatan

Karakteristik yang dimiliki sepatu basket golongan ini antara lain: kualitas traksi yang sangat baik, kuncian yang sangat adekuat, konstruksi yang cukup fleksibel dalam mendukung pergerakan persendian MTP dan pergelangan kaki, struktur bantalan yang mendukung fungsi proprioseptif dan kecepatan transisi tumit-jari. Sepatu basket golongan ini memiliki karakteristik yang spesifik diperuntukkan bagi pemain basket bermobilitas tinggi yang mengandalkan kecepatan, misalnya: ball handler, slasher, dan perimeter defender. Contoh sepatu basket golongan ini adalah: Nike Kobe 9, Nike Kobe 11, Nike Kobe Mentality, etc.

Berikut ini merupakan kriteria konstruksi secara objektif secara sederhana untuk golongan sepatu basket ini berdasarkan hasil riset tim DSB pada periode 2010 – 2016, antara lain:

  • Berat: ≤12.5oz (low) dan ≤13.5oz (mid).
  • Tebal sole pada area ball of the foot: ≤23.8mm.
  • HT drop: ≤7mm.
  • Memiliki struktur area persendian MTP yang fleksibel.
  • Memiliki daya reaksi bantalan yang cenderung tinggi.
  • Memiliki outsole dengan luas permukaan kontak yang tinggi di area pressure map dan menggunakan jenis pola traksi yang multidirectional atau setidaknya herringbone.
2. Sepatu basket suportif

Karakteristik yang dimiliki sepatu basket golongan ini antara lain: kualitas kuncian yang sangat adekuat, konstruksi yang cenderung memiliki tingkat rigiditas yang sangat tinggi dengan struktur area tumit yang kokoh dan struktur lower yang sangat mendukung kestabilan pijakan. Sepatu basket golongan ini memiliki karakteristik yang spesifik diperuntukkan bagi pemain basket yang membutuhkan kestabilan pijakan yang maksimal, misalnya: rebounder dan slasherContoh sepatu basket golongan ini adalah: Nike Air Zoom Hyperposite, Nike Lebron 11, Nike Lebron 12 Elite, etc.

Berikut ini merupakan kriteria konstruksi secara objektif secara sederhana untuk golongan sepatu basket ini berdasarkan hasil riset tim DSB pada periode 2010 – 2016, antara lain:

  • Berat: ≥13oz (low) dan ≥14oz (mid).
  • Memiliki struktur area forefoot yang berigiditas tinggi.
  • Memiliki rigiditas torsional yang tinggi.
  • Memiliki struktur area counter yang berigiditas tinggi.
  • Memiliki struktur upper yang tebal, berdaya regang rendah, dan kurang fleksibel.
3. Sepatu basket serba guna (versatile)

Sepatu basket golongan ini tidak memenuhi kriteria konstruksi yang spesifik dan pada umumnya dapat memfasilitasi semua tipe pemain basket dengan cukup optimal. Contoh sepatu basket golongan ini antara lain: seri Nike Hyperdunk, seri UA Curry, seri Jordan Super.Fly, dan seri Adidas D Rose (selain versi AdiZero).

Sepatu basket serba guna dapat digolongkan berdasarkan kecenderungan konstruksinya yang mendekati kriteria sepatu basket spesifik, antara lain:

3.1. Sepatu basket serba guna yang mendukung performa kecepatan

Sepatu basket golongan ini hampir memenuhi semua kiteria sepatu basket spesifik, namun memiliki perbedaan setidaknya satu dari hal-hal berikut ini:

  • Berat: 12.6 – ≤13.5oz (low) dan 13.6 – ≤14oz (mid).
  • Tebal sole pada area ball of the foot : 23.8 – ≤25.4mm.
  • HT-drop : >7mm.

Contoh sepatu basket golongan ini adalah: Nike KD 9 dan UA Curry 2.

3.2. Sepatu basket serba guna yang suportif

Sepatu basket golongan ini hampir memenuhi semua kiteria sepatu basket spesifik, namun memiliki konstruksi yang lebih fleksibel dan/atau lebih ringan. Contoh sepatu basket golongan ini adalah: Jordan Melo M11, Jordan Super.Fly 3, dan Nike Hyperdunk 2015.

*Kriteria penggolongan sepatu basket berdasarkan karakteristik fungsional secara objektif ini telah disederhanakan menjadi lebih praktis yang masih dipergunakan sampai periode tahun 2016, dan mungkin dapat berubah di masa yang akan datang, tergantung dari perkembangan teknologi konstruksi sepatu basket.

C. Penggolongan Sepatu Basket secara Konvensional Berdasarkan Tipe Collar

Sejak lama sepatu basket hanya digolongkan secara konvensional berdasarkan ukuran ketinggian collar, yaitu collar rendah (di bawah ketinggian tonjolan malleolus) dan collar tinggi (menjangkau ketinggian tonjolan malleolus). Sepatu basket dengan collar tinggi dipercaya memiliki keamanan yang lebih baik dalam melindungi pergelangan kaki, walau sebenarnya masih menjadi perdebatan sampai pada saat ini.

Salah satu penelitian menunjukkan bahwa sepatu basket dengan collar rendah tidak terbukti meningkatkan risiko cedera pergelangan kaki secara bemakna pada sekelompok atlet dalam kondisi yang sehat dan bebas risiko cedera. Namun hasil penelitian DSB menunjukkan bahwa sepatu basket dengan tinggi collar yang menutupi tonjolan malleolus dan memiliki busa collar yang tebal dan padat, dapat mengurangi risiko cedera pergelangan kaki secara bemakna pada kelompok atlet yang memiliki risiko cedera. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sepatu basket dengan collar rendah sebenarnya cukup aman bagi para atlet yang sehat, sementara sepatu basket dengan collar tinggi dapat memberikan perlindungan pada pergelangan kaki yang lebih baik pada para atlet yang memiliki risiko cedera pergelangan kaki.

Berdasarkan tipe collar sepatu basket dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

  • Model low, memiliki collar dengan ketinggian di bawah tonjolan malleolus lateral. Kelebihan sepatu basket model low adalah memiliki keleluasaan pergerakan kaki yang relatif lebih baik dari model mid. Sedangkan kelemahan sepatu basket model low adalah tidak adanya struktur yang menyangga tepi samping pergelangan kaki.
  • Model mid/high, memiliki collar dengan ketinggian yang tonjolan tulang malleolus lateral. Sampai pada saat artikel ini dibuat, tidak ditemukan adanya perbedaan keamanan pergelangan kaki yang cukup bermakna antara sepatu basket dengan collar yang sangat tinggi dengan sepatu basket model mid lain pada umumnya. Sehingga sepatu basket model mid dan high digabung menjadi satu golongan. Kelebihan sepatu basket model mid/high adalah terdapat struktur yang dapat menyangga pergelangan kaki. Sedangkan kelemahan sepatu basket model mid/high adalah relatif terdapat hambatan pada pergerakan pergelangan kaki, tergantung dari desain collar (ketebalan busa, adanya u-shaped, etc).
D. Penggolongan Sepatu Basket Berdasarkan Kelas Harga

Sepatu basket dapat digolongkan berdasarkan kelas harganya menjadi 5, yaitu:

  • Kelas harga ekonomis (≤$90). Biasanya merupakan sepatu basket non-signature series dengan konstruksi yang sederhana. Contoh: Nike The Air Overplay IX, Nike Air Visi Pro VI, etc.
  • Kelas harga menengah bawah ($90< ~ ≤$120). Biasanya merupakan sepatu basket non-signature series dan signature series dengan konstruksi yang sederhana, namun masih memiliki desain yang berteknologi modern. Contoh: Nike Kyrie 1, Adidas D Lillard 1.0, etc.
  • Kelas harga menengah ($120< ~ ≤$160). Biasanya merupakan sepatu basket non-signature series dan signature series dengan konstruksi yang lebih kompleks dari seri kelas harga menengah bawah dan memiliki konstruksi yang berteknologi modern. Contoh: Nike KD7, Nike Hyperdunk 2015, etc.
  • Kelas harga menengah atas ($160< ~ ≤$200). Biasanya merupakan sepatu basket non-signature series dan signature series hasil desain perancang sepatu basket ternama dengan kualitas konstruksi yang kompleks, memiliki fitur-fitur tambahan yang lebih lengkap, dan memiliki konstruksi yang berteknologi termutakhir pada periodenya. Contoh: Nike Lebron 13, Air Jordan XXX1, etc.
  • Kelas harga tinggi ($200<). Sama halnya seperti sepatu basket berkelas menengah tinggi, namun pada golongan ini memiliki konstruksi yang lebih inovatif. Contoh: Air Jordan XX8, Nike Lebron 12 Elite, etc.
E. Cara Mudah dalam Menentukan Sepatu Basket Terbaik

Berikut ini merupakan langkah – langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam memilih dan menentukan sepatu basket yang terbaik:

1. Mengetahui ukuran panjang-lebar kaki dan tipe arkus tapak kaki.

Mengetahui ukuran panjang dan lebar kaki dapat dilakukan dengan alat Brannock yang tersedia di berbagai toko sepatu. Cobalah minta tolong kepada pegawai toko untuk membantu mengukur kaki anda. Sedangkan mengetahui tipe arkus kaki dapat dilakukan dengan cara berikut ini: The Wet Test.

2. Menentukan golongan sepatu basket berdasarkan kebutuhan penggunaan.

Mengidentifikasi kebutuhan sepatu basket berdasarkan kebutuhan penggunaan: “Apakah anda membutuhkan sepatu basket untuk lapangan outdoor saja atau indoor saja atau keduanya? Apakah anda membutuhkan sepatu basket untuk latihan rutin saja atau pertandingan saja atau keduanya?”

3. Menentukan golongan sepatu basket berdasarkan karakteristik permainan.

Mengidentifikasi kebutuhan sepatu basket berdasarkan karakteristik permainan: “Apakah anda membutuhkan sepatu basket yang spesifik ataukah serba guna ataukah semi serba guna?”

4. Menentukan kelas harga.

Seperti yang telah dijelaskan bahwa sepatu basket yang terbaik bukanlah sepatu basket yang termahal, melainkan sepatu basket yang sesuai dengan karakteristik kaki dan kebutuhan fungsional pemain basket. Pada setiap kelas harga terdapat banyak pilihan sepatu basket yang dapat mengakomodasi berbagai tipe kaki dan tipe pemain basket. Dengan demikian tidak masalah bila seseorang memiliki dana di kelas harga menengah maupun ekonomis. Selain itu sepatu basket kelas harga menengah dan tinggi rilisan tahun-tahun lampau juga bisa didapatkan dengan harga yang setara dengan sepatu basket ekonomis.

5. Mengkerucutkan pilihan berdasarkan poin nomor 4 sampai 1.

Pengkerucutan pilihan dimulai secara sistematis dari mempersempit pilihan berdasarkan golongan harga, karakteristik permainan, kebutuhan penggunaan, dan kesesuaian anatomi kaki. Contoh ilustrasi:

  • Si kembar A dan B pelajar SMU dengan dana di kelas harga ekonomis, bermain sebagai combo guard (sepatu basket yang sesuai adalah golongan spesifik untuk performa kecepatan dan semi serba guna – performa kecepatan), membutuhkan sepatu basket untuk outdoor dan indoor, serta memiliki kaki berukuran medium (D) dengan tapak kaki datar (pilih sepatu basket yang dapat menopang arkus kaki). Atas dasar hal-hal tersebut maka pilihan-pilihan sepatu basket yang dapat dipertimbangkan adalah: UA Curry 1, Adidas D Lillard 1.0, Nike Zoom Lebron Soldier IX obralan, dan Nike KD7 obralan. Oleh karena si A menginginkan sepatu basket dengan bantalan yang paling responsif, maka pilihan jatuh kepada Nike KD7. Sedangkan si B memilih UA Curry 1 karena memiliki kualitas traksi yang lebih baik dari pilihan-pilihan lainnya.
Penutup

Pada artikel ini penulis telah menjelaskan mengenai pemahaman sepatu basket yang terbaik, berbagai jenis penggolongan sepatu basket berdasarkan karateristik, konstruksi, dan harga, serta cara mudah memilih dan menentukan sepatu basket terbaik. Beberapa hal yang telah disinggung pada artikel ini mengenai kebutuhan penggunaan dan cara mengidentifikasi karakteristik suatu sepatu basket akan dibahas lebih rinci pada artikel lain.

Sekali lagi penulis tekankan bahwa sepatu basket yang terbaik bukanlah sepatu basket yang termahal maupun yang berteknologi termodern, melainkan sepatu basket yang sesuai dengan karakteristik anatomi kaki, karakteristik permainan, dan kebutuhan penggunaan. Sepatu basket model lama yang pada awalnya tergolong sebagai sepatu basket di kelas harga tinggi dan menengah yang telah diobral dapat menjadi pilihan yang sangat baik ketimbang membeli model-model terbaru yang masih mahal dan terkadang tidak terdapat perbedaan kualitas performa yang signifikan bila dibandingkan dengan model lama.

“Marilah kita menjadi pemain basket yang cerdas dan bijaksana dalam memilih sepatu basket.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s