Diskusi mengenai Nike Lebron 12 Low

Nike Lebron 12 Low.JPG

Artikel ini merupakan informasi tambahan untuk melengkapi artikel Nike Lebron 12 Low Performance Review dan merupakan hasil diskusi dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh kawan-kawan pembaca kepada para penulis blog ini.

Diskusi ini tampaknya didominasi oleh pertanyaan-pertanyaan yang membandingkan konstruksi dan performa antara versi low dengan versi mid, yang sebagian besar sudah terjawab pada dua artikel ini: Nike Lebron 12 Performance Review & Nike Lebron 12 Low Performance Review. Selain itu juga terdapat permintaan untuk membahas kebenaran secara ilmiah dari beberapa anggapan positif dan negatif yang dipublikasikan oleh forum-forum dan media fashion asing (bukan media yang membahas kualitas produk olahraga berdasarkan riset).

Penulis akan mencoba membahas semua pertanyaan diskusi dengan singkat, jelas, dan padat. Silahkan disimak dan semoga bermanfaat.

Perbandingan Konstruksi Upper antara Lebron 12 dengan Lebron 12 Low

Nike Lebron 12 Low memang merupakan sepatu basket versi low cut dari Nike Lebron 12. Akan tetapi sebenarnya sepatu ini memiliki perbedaan konstruksi yang cukup signifikan. Sedikit persamaan di antara kedua sepatu tersebut adalah sama-sama menggunakan konstruksi bootie pada sepanjang kaki dan struktur outsole yang sama. Selain dari dua hal tersebut, sepatu ini memiliki desain konstruksi upper dan struktur midsole yang sangat berbeda. Sehingga anggapan bahwa Lebron 12 low merupakan Lebron 12 yang direndahkan collar-nya saja adalah kurang tepat karena perbedaan konstruksi yang cukup signifikan tersebut ternyata menghasilkan karakteristik dan kualitas performa yang cukup berbeda. Dengan demikian Nike Lebron 12 Low dapat dikatakan sebagai sepatu basket yang berbeda dari Nike Lebron 12.

Q: Apakah perbedaan yang mendasar pada konstruksi upper antara Lebron 12 dengan Lebron 12 low? Apakah kelebihannya masing-masing?

A: Perbedaan mendasar konstruksi upper kedua sepatu tersebut adalah bahan upper, sistem pentalian, dan struktur penyangga hyperposite. Silahkan disimak pada gambar-gambar berikut ini:

Konstruksi upper pada Nike Lebron 12 Low (klik gambar untuk memperbesar):

  • Bahan: jaring tekstil konvensional dengan synthetic overlays pada sekitar area tepi.
  • Sistem pentalian: terintegrasi dengan flywire cables dan struktur lapisan jaring tekstil tipis, namun tidak terintegrasi dengan hyperposite wings.
  • Penyangga hyperposite: berukuran lebih kecil; meliputi sebagian kecil sisi medial rearfoot dan sisi lateral midfoot-rearfoot.

Kelebihan:

  • Lebih ringan
  • Sirkulasi udara lebih baik
  • Lebih mudah meregang, sehingga durasi waktu break-in lebih cepat dan kuncian yang lebih nyaman bagi yang memiliki kaki lebar.
  • Lebih fleksibel, sehingga lebih memberikan keleluasaan pada pergerakan persendian MTP.
Konstruksi upper pada Nike Lebron 12 (klik gambar untuk memperbesar):

  • Bahan: megafuse.
  • Sistem pentalian: terintegrasi dengan hyperposite wings, flywire cables dan struktur lapisan megafuse.
  • Penyangga hyperposite: berukuran lebih besar; meliputi sebagian besar kedua sisi area pergelangan kaki dan sisi lateral midfoot.

Kelebihan:

  • Lebih suportif, lebih protektif, dan berdaya tahan lebih kuat terhadap gesekan.

*Persamaan konstruksi upper pada kedua sepatu tersebut adalah sama-sama menggunakan konstruksi bootie pada sepanjang kaki.


Perbandingan Konstruksi Bantalan antara Lebron 12 dengan Lebron 12 Low

Nike Lebron 12 low memiliki struktur bantalan yang sama sekali berbeda dengan Lebron 12. Silahkan simak pembahasannya pada gambar-gambar berikut ini:

Struktur dan karakteristik bantalan pada Nike Lebron 12 Low (klik gambar untuk memperbesar):

  • Forefoot: zoom air unit pada area ball of the foot.
  • Rearfoot: visible max air unit.
  • Profile: F: 28mm, H:35mm, dan HT drop: 7mm.
  • Tidak terdapat external midfoot shank berbahan TPU.

Hasil analisa performa bantalan:

  • Forefoot: sedikit lebih responsif dari Lebron 12 dengan daya reaksi yang terfokus pada area ball of the foot.
  • Rearfoot: proteksi terhadap tumbukan yang lebih baik dari Lebron 12, namun kurang responsif.
  • Profile yang lebih tinggi dan struktur bantalan max air unit yang tebal dan berongga dapat menurunkan kualitas fungsi proprioseptif tapak kaki dan dapat menurunkan kualitas kestabilan pijakan.
  • HT drop yang lebih besar dan tidak adanya external midfoot shank berbahan TPU menyebabkan kualitas transisi tumit-jari yang lebih inferior dari Lebron 12.
Konstruksi upper pada Nike Lebron 12 (klik gambar untuk memperbesar):

  • Forefoot: 5 buah hexagonal zoom air unit yang ditempatkan sesuai pressure map tapak kaki bagian depan.
  • Rearfoot: sepotong besar zoom air unit.
  • Profile: F: 25mm, H:30mm, HT drop: 5mm.
  • Terdapat external midfoot shank berbahan TPU.

Hasil analisa performa bantalan:

  • Forefoot: distribusi daya reaksi area depan yang lebih merata dari Lebron 12 low dan lebih ideal bagi mekanisme forefoot strike.
  • Rearfoot: Lebih responsif dari Lebron 12 low.
  • Profile yang lebih rendah memiliki kualitas fungsi proprioseptif tapak kaki yang lebih baik dan memiliki pijakan yang lebih stabil.
  • HT drop yang lebih kecil dan adanya struktur external midfoot shank berbahan TPU dapat menghasilkan kecepatan transisi tumit-jari yang lebih baik dari Lebron 12.
  • Keberadaan external midfoot shank berbahan TPU menghasilkan rigiditas torsional pada midfoot yang lebih tinggi, sehingga sepatu ini memiliki kestabilan torsional yang lebih baik dari Lebron 12 low.

Rekomendasi Berdasarkan Karakteristik dan Hasil Analisa Performa Bantalan

Berdasarkan profile pijakan dengan HT drop sebesar 7mm, pijakan yang lebih tinggi, dan struktur bantalan yang konvensional (lebih responsif pada forefoot dan lebih protektif pada tumit), bantalan Nike Lebron 12 low sangat cocok untuk digunakan oleh shooter (terutama spesialis penembak 3 angka) dan rebounder. Posisi yang direkomendasikan adalah SG dan SF.

Sedangkan Lebron 12 yang memiliki HT drop sekitar 5mm dengan distribusi daya reaksi yang lebih merata pada area pressure map kaki, sangat cocok untuk digunakan oleh pemain basket dengan pergerakan yang eksplosif (mengandalkan kemampuan akselerasi tinggi dan pijakan yang bertenaga besar) seperti Lebron James. Selain itu struktur bantalan sepatu ini juga sangat cocok untuk digunakan oleh post player yang mengandalkan berbagai variasi gerakan pivot. Posisi yang direkomendasikan adalah SF, PF, dan C.


Apakah benar bahwa Nike Lebron 12 Low kurang suportif dan berbahaya bagi ankle?

Beberapa sumber informasi dari media dan forum populer asing menyebutkan bahwa Nike Lebron 12 low merupakan sepatu basket yang kurang suportif dan dapat menyebabkan cedera pergelangan kaki (lateral ankle sprain). Anggapan ‘sepatu baset rawan cedera ankle‘ tersebut tampaknya menyebar luas dan menjadi sugesti negatif bagi para pengguna sepatu basket awam.

Berdasarkan hasil analisa dari pengujian secara sistematis yang telah tim diari sepatu basket lakukan, menunjukkan bahwa Nike Lebron 12 low bukanlah sepatu basket yang berbahaya seperti yang telah digembar-gemborkan dan tidak terbukti secara bermakna dapat meningkatkan risiko cedera pergelangan kaki pada pemain basket yang bebas dari faktor risiko cedera pergelangan kaki.

Mari kita diskusikan beberapa fakta dari hasil analisa sepatu basket ini:

  • Pada nomor ukuran TTS, sepatu ini memiliki kualitas kuncian yang cukup adekuat pada seluruh area kaki dan tidak terdapat adanya pergeseran kaki secara bermakna. Artinya sistem kuncian dan struktur dinding upper sepatu ini cukup suportif dalam mengunci kaki.
  • Berdasarkan analisa rigiditas konstruksi, sepatu ini memiliki tingkat rigiditas pada midfoot dan area tumit yang cukup adekuat. Artinya struktur sole dan struktur penyangga hyperposite pada sepatu ini cukup suportif dalam memberikan tahanan torsional.
  • Berdasarkan analisa pada mekanisme pergerakan lateral jump dan berbagai tipe latihan lateral agility membuktikan bahwa sepatu ini tidak meningkatkan risiko cedera pergelangan kaki secara bermakna pada kelompok atlet terlatih yang bebas dari risiko cedera pergelangan kaki.

Berdasarkan analisa konstruksi upper secara objektif dan hasil analisa dari kelompok atlet sehat yang terlatih menunjukkan bahwa sepatu ini cukup suportif dan aman. Lantas apakah masalahnya? Silahkan disimak lebih lanjut:

  • Sepatu basket ini memiliki titik jatuh yang cenderung ke arah lateral pada pijakan yang bertumpu pada sisi lateral tapak kaki dengan kemiringan >30°.
  • Sepatu ini memiliki pijakan pada tumit yang tinggi (sekitar 35mm) dan tinggi collar yang rendah (57.15mm). Artinya sepatu ini memiliki bantalan yang tergolong sangat tinggi dengan collar yang tergolong sangat rendah. Semakin tinggi suatu bantalan maka semakin kecil sudut kemiringan yang dibutuhkan untuk menumbangkan pijakan ke arah sisi lateral pada besar gaya yang sama. Selain itu collar yang sangat rendah tidak dapat memberikan tahanan terhadap pergerakan pergelangan kaki ke arah lateral.
  • Berdasarkan analisa pada kelompok kecil atlet yang memiliki faktor-faktor risiko cedera pergelangan kaki menunjukkan adanya sedikit peningkatan faktor risiko cedera pergelangan kaki secara bermakna.
  • Faktor-faktor risiko cedera pergelangan kaki yang dimasukkan ke dalam analisa antara lain: Riwayat cedera pergelangan kaki secara berulang, terbukti memiliki kekurangstabilan pergelangan kaki pada pemeriksaan fisik oleh ahli medis, dan memiliki gangguan keseimbangan pada pemeriksaan fisik.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Nike Lebron 12 low cukup suportif dan aman bagi kelompok atlet terlatih yang bebas dari faktor risiko cedera pergelangan kaki, namun memiliki risiko cedera pergelangan kaki yang sedikit lebih tinggi pada kelompok atlet yang memiliki faktor-faktor risiko cedera pergelangan kaki.

Bila Nike Lebron 12 Low merupakan sepatu basket yang berbahaya, maka tentu saja JR Smith tidak akan mau menggunakan sepatu ini pada pertandingan-pertandingan NBA playoff tahun 2015.


Analisa Konstruksi Nike Lebron 12 Low dan Hubungannya dengan Kestabilan Pijakan

Q: Apakah masalah sebenarnya dari konstruksi Nike Lebron 12 low yang dapat mengganggu kestabilan pijakan?

A: Faktor utama yang mengganggu kestabilan pijakan pada sepatu ini adalah bantalan yang sangat tebal pada area belakang. Andaikan sepatu ini menggunakan bahan hyperposite pada seluruh kaki dengan harapan agar struktur upper sepatu ini menjadi lebih suportif sekalipun, tetap saja hal tersebut tidak akan membantu secara bermakna dalam meningkatkan kualitas kestabilan pijakan berdasarkan analisa konstruksi yang telah penulis lakukan. Satu-satunya cara untuk memperbaiki kualitas pijakan pada sepatu ini adalah merendahkan tinggi pijakan pada tumit.


Perbandingan Nike Lebron 12 Low dengan Generasi Pendahulunya

Q: Bagaimanakah kualitas konstruksi dan performa Nike Lebron 12 low bila dibandingkan sepatu basket Lebron low generasi sebelumnya?

A: Nike Lebron 12 low memiliki kualitas bantalan yang lebih baik dari aspek daya reaksi bantalan dan memiliki konstruksi yang lebih suportif bila dibandingkan dengan model-model Lebron low dalam beberapa tahun terakhir (penulis membandingkannya dengan Lebron 8 – 11). Siapapun perancang sepatu ini tampaknya perlu diancungi jempol karena mengakhiri tradisi bantalan full-length max air yang telah bertahan selama bertahun-tahun dan kurang terlalu efisien dalam menunjang performa.


Conclusion

Nike Lebron 12 low merupakan sepatu basket model low yang sangat nyaman dari aspek kuncian maupun bantalan. Anggapan bahwa sepatu ini merupakan sepatu basket yang berbahaya dan dapat menyebabkan cedera pergelangan kaki adalah tidak benar, karena berdasarkan hasil analisa pengujian yang telah penulis lakukan membuktikan bahwa sepatu ini cukup aman bagi para atlet yang bebas dari faktor risiko cedera untuk digunakan pada pertandingan basket yang berintensitas tinggi. Sebaliknya Nike Lebron 12 low memiliki fitur-fitur support yang cukup lengkap dan lebih suportif dari generasi Lebron low pada beberapa tahun terakhir.

Sepatu ini dapat menjadi alternatif yang cukup baik bagi:

  • Pemain basket rekreatif.
  • Pemain basket berkaki lebar.
  • Pemain basket yang bermain di posisi SG – SF.
  • Penembak jarak jauh dengan gaya permainan yang menunggu operan bola di titik-titik tertentu.
  • Pemain basket yang menginginkan sepatu basket model low dengan kuncian dan bantalan yang sangat nyaman.

Sebaliknya, lupakan saja sepatu ini bila anda merupakan:

  • Pemain basket yang memiliki faktor-faktor risiko cedera pergelangan kaki.
  • Pemain basket yang membutuhkan sepatu basket model low yang minimalis.
  • Pemain basket yang membutuhkan sepatu basket model low yang dapat mendukung permainan bermobilitas tinggi dan berkecepatan tinggi ke berbagai arah pergerakan secara maksimal.
  • Pemain basket yang membutuhkan sepatu basket model low yang sangat suportif dan protektif dengan kestabilian pijakan yang lebih stabil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s