Adidas Tubular X Primeknit Review

Pada artikel kali ini aye akan berbagi info mengenai salah satu sepatu kasual original Adidas yang sangat populer, yaitu Adidas Tubular X Primeknit. Dan pada artikel ini pula aye akan melakukan pembahasan sepatu kasual dengan lebih detail dan lebih informatif, tidak hanya sekedar estetikanya saja. Tujuannya sangat jelas, yaitu agar lebih bermanfaat bagi para penggemar sneakers, pengunjung bertambah, dan bisa aye komersilkan. He he he.

Desain Adidas Tubular X Primeknit

Sepatu ini pada dasarnya adalah Adidas Tubular X yang menggunakan bahan primeknit pada upper. Adidas Tubular X itu sendiri merupakan modifikasi dari Adidas Tubular original yang disesuaikan dengan kondisi musim gugur dan musim dingin. Perbedaan yang tampak pada sepatu ini dibandingkan versi originalnya adalah struktur collar yang lebih tinggi, desain overlays berbentuk X yang meliputi area quarter-counter, dan desain outsole.

Beberapa gambar di bawah ini merupakan penampakan Adidas Tubular X Primeknit dari sisi lateral, medial, dan sisi belakang. Sepatu ini menggunakan konstruksi rajutan kaus kaki pada upper dengan X-overlays berbahan leather (yang dibuat menyerupai kulit buaya) yang terintegrasi dengan sistem pentalian pada sisi depan collar.

Pada gambar di bawah ini tampak struktur rajutan yang cukup rapat dengan area tengah yang berkerapatan lebih tinggi (berbeda dengan sepatu berbahan rajutan pada umumnya yang menggunakan kerapatan lebih rendah pada area tengah). Hal tersebut bertujuan untuk mengisolasi panas di dalam sepatu karena memang sepatu ini didesain untuk menghadapi cuaca musim gugur dan musim dingin.
Pada gambar di bawah ini juga tampak sistem pentalian yang hanya terintegrasi dengan tiga lubang tali pada struktur upper di area midfoot. Dengan demikian kuncian pada forefoot hanya didukung oleh struktur primeknit.

X-overlays berbahan leather dengan penampakan yang dibuat menyerupai kulit buaya menambah kesan mewah pada sepatu ini.

Struktur upper pada sepatu ini hanya terdiri dari satu lapis rajutan. Sementara pada area counter terdapat selembar lapisan tekstil yang ditempelkan di atas rajutan untuk melapisi sisi belakang tumit. Namun dengan tidak adanya lapisan busa yang melapisi sisi dalam counter, maka tumit kaki dapat merasakan keberadaan internal heel counter yang keras.

Sepatu ini menggunakan midsole dan outsole yang berbahan EVA. Berbeda dengan versi original Adidas Tubular yang menggunakan sepotong EVA sebagai struktur midsole dan outsole, sedangkan sepatu ini menggunakan dual-density EVA outsole dimana terdapat bahan karet yang berkepadatan tinggi (warna hijau) untuk melapisi sole berbahan EVA pada area belakang. Dengan demikian sepatu ini memiliki kekuatan daya tahan outsole area belakang yang lebih baik.

Desain outsole sepatu ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan versi original Adidas Tubular. Dengan struktur dual-density EVA outsole tersebut. sepatu ini memiliki kestabilan torsional yang lebih baik, namun tetap mempertahankan fleksibilitas pada area depan. Selain itu karet outsole yang berkepadatan tinggi pada area belakang juga berperan sebagai struktur penyangga area tumit bersama dengan internal heel counter.

On Feet

Pada ukuran true size, sepatu ini memiliki ruang yang cukup besar dan masih memungkinkan bagi yang memiliki kaki medium (D) maupun lebar (E) untuk menggunakan setengah nomor ukuran yang lebih kecil. Dengan ukuran true size tersebut dapat terasa pergeseran kaki yang cukup bermakna, terutama pada area forefoot dan tumit.
Sistem pentalian yang terintegrasi dengan X-overlays dapat mengencangkan kuncian pada pergelangan kaki dengan cukup baik, namun sistem pentalian sepatu ini secara keseluruhan tidak dapat memperkuat kuncian pada area depan dengan cukup bermakna.

Pada gambar di bawah tampak sistem pentalian yang terintegrasi dengan X-overlays mendukung kuncian pada rearfoot sesuai dengan kontur pergelangan kaki. Desain collar yang tinggi hanya tampak sebagai ‘klewer-kleweran saja’ dan tidak memiliki fungsi yang bermakna bagi sistem kuncian.

Summary

Adidas Tubular X Primeknit merupakan sepatu kasual berkonsep streetwear yang menggunakan bahan primeknit pada upper dengan sole berbahan EVA yang mengadopsi Adidas Tubular original. Sepatu ini didesain untuk musim gugur dan musim dingin, sehingga salah tempat dan waktu bila anda menggunakan sepatu ini di tempat beriklim tropis maupun ketika sedang musim panas :p. Dibandingkan versi originalnya (maksud aye Adidas Tubular), sepatu ini memiliki material yang lebih premium dan struktur outsole yang lebih baik.
Sepatu ini memiliki dimensi ruang sangat besar dan dapat dirasakan kelemahan kuncian yang cukup bermakna. Bagi penggemar sepatu longgar silahkan gunakan nomor ukuran true to size, namun aye menyarankan untuk mencoba setengah nomor ukuran yang lebih kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s