Adidas Ultra Boost 2.0 Performance Review

Adidas Ultra Boost

Sejak diluncurkan pertama kali pada Februari 2015, Adidas Ultra Boost telah menjadi salah satu pilihan sepatu running yang paling favorit di kalangan olahragawan amatir maupun profesional. Sebutan sepatu lari terbaik tampak sesuai bila ditinjau dari konstruksi berteknologi modern yang didukung oleh bantalan Boost super tebal dengan kualitas daya reaksi, kenyamanan, dan kekuatan yang belum tertandingi oleh jenis busa midsole lain pada masanya, serta didukung oleh konstruksi upper berteknologi Primeknit yang dapat mengunci kaki sesuai dengan konturnya.

Pada artikel performa Adidas Ultra Boost generasi pertama, tim penulis terdahulu telah membuktikan bahwa Ultra Boost memiliki kenyamanan pijakan dan kenyamanan kuncian yang terbaik pada masanya. Walau demikian terdapat beberapa hal yang kurang sesuai dengan ekspektasi, misalnya: outsole yang relatif cukup mudah terkikis dan konstruksi upper yang semi-Primeknit. Bercermin dari hal-hal tersebut, Ultra Boost 2.0 memiliki beberapa perubahan yang telah disesuaikan dengan keinginan pasar, seperti konstruksi upper yang seluruhnya menggunakan Primeknit dan outsole berbahan continental rubber yang berdaya tahan lebih kuat.

This slideshow requires JavaScript.

This slideshow requires JavaScript.

General Information & Characteristics:
  • 💸: $180.
  • 📅: Early 2016.
  • ⚖️: 11 oz.
  • 👟: Neutral.
  • 🏃🏻: Training.
  • 🛣️: Road.
  • 📝: F = ± 20.5mm, H = ± 30.5mm, & HT drop = ± 10mm.
  • Fit :
    • Size : True to size.
    • Width : Medium (D) – narrow.
  • Flexibility – Rigidity :
    • Forefoot flexion : Medium – low rigidity.
    • Torsional : Medium – high rigidity.
    • Heel counter : High rigidity.
  • Stability : Medium.
  • Cushioning :
    • Forefoot : High.
    • Heel : High.
Pro
  • Bantalan yang sangat responsif dan lembut.
  • Fleksibilitas yang sangat baik dalam mendukung pergerakan.
  • Struktur upper yang dapat meregang sesuai kontur kaki.
Kontra
  • Harga yang tergolong mahal.

Upper

Bahan

Konstruksi upper sepatu ini menggunakan tekstil sintetis berstruktur rajutan (primeknit) dan menggunakan penyangga eksternal berbahan TPU.

Konstruksi

Adidas Ultra Boost
Gambar 1A. Sepatu ini memiliki struktur rajutan pada forefoot yang sedikit berbeda dari generasi pendahulunya, antara lain:

  • Pada sisi atas menggunakan rajutan berkerapatan rendah yang bersambung pada sepanjang forefoot-midfoot dan tidak terdapat rajutan berkerapatan tinggi yang membatasi area forefoot-midfoot seperti generasi pertama.

Adidas Ultra Boost

  • Pada sisi atas forefoot tampak rajutan yang asimetris, dimana pada sisi medial forefoot memiliki struktur yang lebih berkerapatan tinggi. Sedangkan pada sepatu generasi sebelumnya menggunakan rajutan berkerapatan rendah yang simetris pada sisi atas.

Adidas Ultra Boost

  • Pada tepi samping forefoot tampak menggunakan struktur rajutan yang lebih rapat dan bersambung pada sepanjang forefoot-midfoot. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang menggunakan struktur jaring tekstil yang lebih renggang pada forefoot dan memiliki struktur yang berbeda antara tepi forefoot dan midfoot.

Adidas Ultra BoostAdidas Ultra Boost

Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan adanya sedikit perbedaan kualitas kuncian area depan antara Ultra Boost 1.0 dengan 2.0 yang disebabkan oleh perbedaan struktur rajutan pada area depan yang telah dibahas di atas, antara lain:

  • Struktur upper pada sisi atas yang lebih mudah meregang dan lebih adaptif. Selain itu dengan struktur yang lebih mudah meregang tersebut membuat sepatu ini masih bisa digunakan oleh pemiliki kaki lebar (E) dengan nomor ukuran true to size.
  • Struktur upper pada tepi forefoot yang lebih suportif. Walaupun struktur pada sisi atas memiliki daya regang tinggi, namun struktur pada area tepi memiliki kerapatan yang lebih tinggi dan berdaya regang lebih rendah. Selain itu terdapat lapisan sintetis pada sisi dalam area tepi untuk memperkuat strukturnya.

Adidas Ultra Boost.JPG

Adidas Ultra Boost.JPGAdidas Ultra Boost.JPG
Gambar 1B. Struktur upper pada area collar yang menggunakan Primeknit, berbeda dengan UB generasi sebelumnya yang menggunakan jaring tekstil.
Adidas Ultra Boost.JPGAdidas Ultra Boost.JPGAdidas Ultra Boost.JPG
Gambar 1C. Sepatu ini menggunakan sistem pentalian yang terhubung dengan struktur penyangga berbahan TPU, yang disebut Fit Frame. Penyangga tersebut terdiri dari satu kesatuan utuh pada sepanjang midfoot sampai rearfoot. Selain itu terdapat busa pada sekitar tepi collar untuk mendukung kuncian pada area tumit.

Lower

Adidas Ultra BoostAdidas Ultra Boost
Gambar 2A. Sepatu ini menggunakan bantalan Boost pada sepanjang kaki dan terdapat EVA sockliner yang tipis.
Adidas Ultra Boost
Gambar 2B. Outsole sepatu ini menggunakan continental rubber dengan tonjolan yang berkepadatan tinggi. Struktur outsole sepatu ini menggunakan desain Stretch Web, yaitu berbentuk seperti jaring dengan karet-karet penghubung antar tonjolan yang dapat meregang.

Evaluation

Fit

Berikut ini merupakan hasil pengukuran dimensi ruang sepatu bernomor ukuran 9 (US) yang dibandingkan dengan model kaki standard berukuran panjang 9 (US) dengan lebar medium (D) berdasarkan pengukuran dengan Brannock device:

Forefoot
  • Panjang toe box: Cukup sesuai dengan ukuran TTS dan cenderung panjang.
  • Sirkumferensial toe box: Memiliki ukuran lebar yang cukup sesuai dan melekat kuat sesuai dengan kontur kaki tanpa tahanan yang berlebih.
  • Sirkumferensial ball of the foot: Memiliki ukuran lebar dan tinggi yang cukup sesuai dan melekat kuat sesuai kontur kaki tanpa tahanan yang berlebih.
Midfoot

Cukup sesuai dengan ukuran midfoot dan dapat melekat kuat sesuai dengan kontur kaki tanpa tahanan yang berlebih.

Rearfoot

Cukup sesuai dengan lingkaran pergelangan kaki dan ukuran tumit. Struktur collar sepatu ini memiliki tahanan yang sangat kuat terhadap pergelangan kaki.

Lockdown

Berdasarkan hasil evaluasi pada kaki berukuran medium (D) yang menggunakan nomor ukuran TTS, menunjukkan bahwa sepatu ini memiliki kualitas kuncian yang tergolong cukup adekuat, dan terdapat kelemahan kuncian pada 1/3 area depan.

Adidas Ultra Boost.JPGAdidas Ultra Boost.JPG
Gambar 3A. Kuncian pada area depan didukung oleh struktur sistem pentalian yang terhubung dengan Fit Frame yang dapat mempertahankan kedudukan midfoot dan forefoot dengan cukup adekuat. Walau demikian struktur pada 1/3 area depan yang dilapisi rajutan tipis dan berdaya regang tinggi kurang memiliki tahanan yang kuat untuk mencegah pergeseran kaki bagian depan.
Adidas Ultra Boost.JPG
Gambar 3B. Sepatu ini memiliki kuncian pada tumit yang sangat adekuat oleh karena terdapat busa collar yang tebal untuk mencegah peranjakan tumit dan terdapat struktur external heel counter yang kokoh untuk mencegah pergeseran tumit.

Cushion

Hasil Evaluasi:

  • Daya reaksi forefoot : sangat responsif.
  • Daya reaksi rearfoot : sangat responsif.
  • Proteksi terhadap tumbukan: sangat baik.
  • Profil : F (± 20.5mm) & H (± 30.5mm).
  • HT-drop : ± 10mm.
  • Fungsi proprioseptif: kurang.
Analisa Daya Reaksi dan Daya Regang

Bantalan sepatu ini memiliki pijakan yang lembut dan sangat responsif. Kualitas daya reaksi dan daya regang jenis bantalan Boost masih menjadi yang terbaik di antara jenis busa bantalan lain sampai pada tahun 2016 ini. Seri Ultra Boost memiliki bantalan Boost yang paling tebal di antara seri Adidas Boost lainnya. Sehingga sepatu ini merupakan pilihan yang paling tepat bagi yang ingin merasakan performa dan kenyamanan bantalan Boost yang terbaik.

Analisa Transisi Tumit-Jari

Sepatu ini memiliki ukuran HT-drop yang kurang ideal untuk mendukung kecepatan transisi tumit – jari, namun terdapat struktur torsion system dan memiliki struktur bantalan yang sangat responsif untuk mendukung kecepatan transisi tumit – jari.

Analisa Fungsi Proprioseptif Tapak Kaki

Bantalan Boost yang berdensitas rendah dan tebal bukanlah jenis bantalan yang terbaik untuk mendukung fungsi proprioseptif tapak kaki.

Adidas Ultra Boost.JPGAdidas Ultra Boost.JPGAdidas Ultra Boost.JPGAdidas Ultra Boost.JPG
Gambar 4. Prinsip kerja Torsion System adalah meningkatkan rigiditas pada 1/3 area tengah untuk mendukung kestabilan torsional dan mendukung kecepatan transisi tumit – jari.

Traction

Adidas Ultra Boost.JPG
Gambar 5. Sepatu ini menggunakan continental rubber yang berkepadatan tinggi dan memiliki koefisien friksi yang tinggi. Performa traksi dan kekuatan daya tahan outsole sepatu ini lebih baik dari generasi sebelumnya.


Flexibility – Rigidity

Adidas Ultra Boost.JPGAdidas Ultra Boost.JPGAdidas Ultra Boost.JPG
Gambar 6. Sepatu ini memiliki fleksibilitas area depan yang sangat baik dalam mendukung keleluasaan pergerakan dengan rigiditas yang adekuat untuk mencegah fleksibilitas yang berlebihan. Pada 1/3 area tengah memiliki tingkat rigiditas torsional yang cukup adekuat dan cenderung berigiditas tinggi. Pada area counter memiliki tingkat rigiditas yang tinggi oleh karena keberadaan struktur external heel counter berbahan TPU.

Support

Sepatu ini memiliki konstruksi yang cukup suportif dalam mendukung kestabilan pijakan pada aktivitas lari yang berintensitas tinggi. Struktur rajutan yang berdaya regang tinggi dan kurang suportif pada 1/3 area depan telah diantisipasi dengan cukup baik oleh sistem pentalian yang terhubung dengan Fit Frame dan keadekuatan kuncian pada area tumit.

Breathability

Sepatu ini memiliki struktur upper pada 1/3 area depan yang dapat memfasilitasi penguapan dengan cukup baik. Sedangkan penguapan pada 2/3 area belakang terhambat oleh struktur rajutan yang berkerapatan tinggi dan struktur Fit Frame.

Materials Durability

Upper

Bahan rajutan yang digunakan sepatu ini memiliki kualitas yang sangat baik dalam menunjang performa dan kenyamanan. Selain itu struktur rajutan sepatu ini memiliki tahanan yang cukup kuat terhadap regangan akibat tekanan dari kaki. Kelamahan dari struktur rajutan yang berkerapatan rendah adalah friksi.

Lower

Bantalan Boost memiliki daya tahan yang sangat baik terhadap suhu, tekanan, dan air. Kualitas daya tahan sepatu ini lebih baik dari pada jenis busa bantalan lain yang berbahan dasar EVA. Sedangkan outsole sepatu ini telah mengalami peningkatan kekuatan daya tahan bila dibandingkan generasi sebelumnya, namun masih lebih cepat menipis dari rata-rata outsole sepatu lari pada umumnya, tergantung dari intensitas dan frekuensi pemakaian.

Conclusion

Adidas Ultra Boost 2.0 memiliki kualitas yang lebih baik dari generasi pertamanya. Struktur rajutan sepatu ini lebih adaptif dalam mendukung kuncian dan pergerakan saat berlari. Sedangkan struktur outsole sepatu ini menggunakan bahan continental rubber yang terbukti berdaya tahan lebih kuat. Adidas Ultra Boost merupakan pilihan yang sangat tepat bagi yang menginginkan sepatu latihan lari yang mengutamakan kenyamanan.

Price & Buying Tips

Harga sepatu ini ($180) tergolong dalam kelas harga yang tinggi dan berpeluang untuk diobral dengan potongan harga yang dapat mencapai 15% atau lebih untuk edisi – edisi dengan nilai koleksi yang rendah.

Adidas Ultra Boost.JPG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s