Adidas D Rose 6 Boost Performance Review

Adidas D Rose 6 Boost merupakan penyempurnaan dari D Rose 5, dengan performa bantalan Boost yang lebih optimal dan memiliki fitur-fitur support yang lebih efisien tanpa terlalu mengorbankan potensi dari Boost. Selain itu Adidas juga menawarkan lebih banyak pilihan jenis bahan upper dari yang berbahan synthetic leather sampai yang berbahan primeknit, untuk memenuhi kebutuhan dan selera pasar yang lebih luas. Terlebih lagi dengan harganya yang cukup terjangkau, Adidas D Rose 6 Boost merupakan sepatu basket andalan utama Adidas untuk menguasai pasar sepatu basket di kelas harga menengah, seperti halnya Derrick Rose yang berusaha keras untuk kembali menjadi point guard terbaik setelah pulih dari cedera panjang.

General Information & Characteristics:
  • 💸: $140.
  • 📅: October 15, 2015
  • ⚖️: 16.8 oz.
  • 👟: Versatile – Supportive.
  • Profile: F(± 23mm), H(± 30mm), & HT drop (± 7mm).

 Pro

  • Bantalan yang sangat responsif dengan HT-drop rendah.
  • Kualitas traksi yang sangat baik.
  • Konstruksi yang suportif dan protektif.
  • Versatilitas.
Kontra
  • Sangat berat.
  • Ikatan tali pada collar yang relatif mudah mengendur.
  • Struktur upper yang isolatif dan kurang mendukung penguapan.
  • Kekuatan outsole yang meragukan untuk pemakaian lapangan outdoor. 
Rekomendasi
Ukuran
  • Medium (D): True to size (TTS).
  • Lebar (E): TTS.
  • Ramping (C): TTS.
Tipe Arkus
  • Medium: sangat direkomendasikan.
  • Rendah: cukup direkomendasikan / dengan insole khusus arkus rendah.
  • Tinggi: cukup direkomendasikan / dengan insole khusus arkus tinggi.
Posisi Pemain
  • Direkomendasikan: semua posisi pemain basket.
Tipe Pemain
  • Direkomendasikan: semua tipe pemain basket.
Jenis Lapangan
  • Sangat direkomendasikan: indoor (hardwood & plastik multi guna).

Upper

Bahan

Konstruksi upper sepatu ini memiliki beberapa variasi bahan dan struktur, misalnya tekstil sintetis berstruktur jaring, tekstil sintetis berstruktur rajutan, dan kulit sintetis.

Konstruksi

Gambar 1A. Sepatu ini menggunakan dua lapis jaring berkerapatan rendah sebagai lapisan luar dan menggunakan jaring berkerapatan tinggi sebagai lapisan dalam.
Gambar 1B. Sepatu ini menggunakan jaring tekstil pada seluruh upper, menggunakan lapisan karet sebagai pelindung area tepi depan, dan menggunakan lapisan sintetis pada area collar.
Gambar 1C. Pada 1/3 area belakang menggunakan straps yang terhubung dengan external heel counter berbahan TPU.
Gambar 1D. Sepatu basket ini memiliki busa collar yang berukuran tebal dengan luas penampang yang besar. Struktur collar sepatu ini memiliki bentuk yang asimetris dengan u-shaped pada sisi lateral untuk mendukung keleluasaan pergerakan kaki.
Gambar 1E. Sepatu ini menggunakan sistem pentalian konvensional yang terhubung dengan straps pada 1/3 area belakang.

Lower

Bahan

Konstruksi lower sepatu basket ini menggunakan Boost midsole, EVA midsole, penyangga berbahan dasar EVA dan TPU.

Konstruksi

Gambar 2A. Sepatu ini menggunakan dua potong Boost midsole yang ditempatkan pada forefoot dan rearfoot. Pada 1/3 area tengah menggunakan bantalan EVA padat untuk menunjang arkus. Sepatu ini menggunakan sockliner yang tipis untuk mengoptimalkan daya reaksi bantalan Boost.
Gambar 2B. Sepatu ini menggunakan non-marking rubber outsole dengan pola traksi herringbone.

Evaluation

Fit

Berikut ini merupakan hasil pengukuran dimensi ruang sepatu bernomor ukuran 9 (US) yang dibandingkan dengan model kaki standard berukuran panjang 9 (US) dengan lebar medium (D) berdasarkan pengukuran dengan Brannock device:

Forefoot
  • Panjang toe box: Cukup sesuai dan cenderung panjang.
  • Sirkumferensial toe box: Cukup sesuai dan melekat sesuai dengan kontur kaki tanpa tahanan yang berlebih.
  • Sirkumferensial ball of the foot: Cukup sesuai dan melekat sesuai dengan kontur kaki tanpa tahanan yang berlebih.
Midfoot

Cukup sesuai dan dapat melekat kuat sesuai dengan kontur kaki tanpa tahanan yang berlebih.

Rearfoot

Cukup sesuai dengan lingkaran pergelangan kaki dan ukuran tumit, dan melekat tanpa tahanan yang berlebih. Struktur pada area collar sepatu ini membutuhkan ikatan tali yang kuat agar dapat melekat kuat sesuai kontur pergelangan kaki.

Lockdown

Berdasarkan hasil evaluasi pada kaki berukuran medium (D) yang menggunakan nomor ukuran TTS, menunjukkan bahwa sepatu ini memiliki kualitas kuncian yang tergolong cukup adekuat dan tidak ditemukan adanya kelemahan kuncian yang bermakna.

Analisa Kuncian
Gambar 3A. Sepatu ini memiliki struktur upper yang tebal dengan straps elastis pada 1/3 area depan, yang dapat memberikan tahanan adekuat pada forefoot. Sistem pentalian konvensional pada 1/3 area tengah dapat mempertahankan kedudukan forefoot dan arkus dengan cukup adekuat, dan tidak terbukti adanya kelemahan kuncian yang bermakna.
Gambar 3B. Dengan teknik pengikatan tali standar, ikatan tali pada collar dapat mengendur dengan cukup mudah ketika melakukan pergerakan pergelangan kaki ke  arah depan yang mendorong tongue (seperti pada gambar di atas). Ukuran tongue yang tebal dan kurangnya lubang tali pada collar merupakan faktor-faktor risiko pada sepatu ini yang dapat mempermudah mengendurnya ikatan tali.
Gambar 3C. Sistem kuncian yang menggunakan straps pada 1/3 area belakang terkesan cukup adaptif dan terbukti dapat menghasilkan kualitas kuncian yang baik pada pergelangan kaki dan tumit. Struktur busa collar yang tebal dan straps pada area belakang terbukti cukup efektif dalam mencegah pergeseran dan peranjakan tumit. Walau demikian ikatan pada sepatu ini tergolong cepat mengendur karena tarikan dari struktur area collar yang tebal dan sepatu ini hanya menggunakan satu lubang tali pada area collar.

Cushion

Hasil Evaluasi:

  • Daya reaksi forefoot: sangat responsif.
  • Daya reaksi rearfoot: sangat responsif.
  • Proteksi terhadap tumbukan: cukup baik.
  • Profil berkategori rendah: F (± 23mm) & H (± 30mm).
  • HT drop berkategori rendah: ± 7mm.
  • Fungsi proprioseptif: kurang.
Analisa Daya Reaksi dan Daya Regang

Sepatu basket ini memiliki pijakan yang sangat responsif oleh karena struktur Boost midsole yang tebal, penggunaan sockliner yang tipis, dan area sisi samping midsole yang terbuka, sehingga memiliki daya reaksi yang cukup optimal dengan tidak adanya hambatan regangan.

Analisa Transisi Tumit-Jari

Sepatu ini memiliki HT drop yang tergolong cukup rendah, memiliki bantalan yang sangat responsif, dan memiliki struktur lower pada 1/3 area tengah yang berigiditas tingi. Dengan demikian struktur lower pada sepatu ini sangat mendukung kecepatan transisi tumit-jari.

Analisa Fungsi Proprioseptif Tapak Kaki

Sepatu basket ini memiliki pijakan area depan yang cukup rendah untuk mendukung fungsi proprioseptif tapak kaki, namun struktur bantalan Boost yang berdensitas rendah bukanlah jenis bantalan yang dapat mendukung fungsi proprioseptif dengan optimal.

Traction

Hasil Evaluasi Fungsional:

  • Forward & Backward : ⭐ ⭐
  • Lateral Movement : ⭐ ⭐
  • Braking : ⭐ ⭐
  • Changing Direction: ⭐ ⭐
  • Stop n Go : ⭐ ⭐
  • Performance Consistency : ⭐ ⭐
Analisa Traksi
Gambar 4. Sepatu basket ini menggunakan pola traksi herringbone yang terbukti memiliki kualitas traksi yang sangat baik dalam mengantisipasi berbagai arah gaya traksi yang berkecepatan tinggi. Kualitas traksi sepatu ini terbukti cukup konsisten pada berbagai jenis medan lapangan oleh karena luas permukaan kontak yang tinggi di area pressure map dengan celah-celah sempit yang cukup adekuat untuk menyingkirkan debu. Selain itu outsole sepatu ini memiliki konsistensi yang lunak dan mudah mengalami deformasi yang dapat meningkatkan kualitas traksi pada tekanan yang kuat.

Flexibility – Rigidity

Gambar 5A. Sepatu ini memiliki fleksibilitas area depan yang cukup baik dalam mendukung pergerakan persendian MTP, dengan tahanan yang cukup adekuat untuk mencegah fleksibilitas yang berlebihan.
Gambar 5B. Sepatu ini memiliki tingkat rigiditas torsional yang adekuat dan cenderung tinggi oleh karena adanya struktur stable frame berbahan EVA yang berdensitas tinggi pada 1/3 area tengah.
Gambar 5C. Sepatu ini memiliki tingkat rigiditas area counter yang cukup tinggi oleh karena keberadaan struktur penyangga eksternal berbahan TPU.
Range of Motion Assessment
Gambar 6. Sepatu ini memiliki keleluasaan pergerakan pergelangan kaki yang cukup baik dan tidak ditemukan adanya hambatan yang bermakna. Adanya u-shaped pada sisi lateral collar memberikan keleluasaan pada pergelangan kaki dengan cukup efektif, walau sepatu ini memiliki ukuran collar yang tinggi dan berbusa tebal.

Support

Sepatu ini memiliki konstruksi upper dan lower yang cukup suportif dalam mendukung kestabilan pijakan pada aktivitas olahraga basket yang berintensitas tinggi. Sepatu ini telah memenuhi ketentuan dasar dan memiliki fitur-fitur penunjang kestabilan pijakan yang cukup lengkap, dengan didukung stable frame, ankle straps, dan external heel counter.

Breathability

Sepatu ini memiliki struktur upper yang tebal dan isolatif, namun memiliki struktur tongue yang masih dapat memfasilitasi penguapan.

Materials Durability

Upper

Struktur upper sepatu ini memiliki kualitas yang di atas rata-rata untuk hal kekuatan daya tahan terhadap friksi, kekuatan terhadap tekanan dari kaki, dan kemampuan perlindungan dari benturan.

Lower

Sepatu ini memiliki struktur bantalan yang tergolong cukup kuat untuk hal kekuatan terhadap tekanan dari kaki maupun terhadap friksi. Outsole sepatu ini memiliki tonjolan yang tipis dengan konsistensi yang agak lunak, sehingga terkesan kekuatan daya tahannya cukup meragukan bila untuk digunakan aktivitas basket yang berintensitas dan berfrekuensi tinggi di lapangan yang kasar.

Construction

Sepatu basket ini memiliki konstruksi yang cukup efisien dalam mendukung biomekanisme gerakan, oleh karena memiliki kuncian yang sangat adekuat dan sangat suportif, kualitas traksi yang baik, serta memiliki struktur bantalan yang sangat responsif, mendukung kecepatan transisi, dan mendukung kestabilan pijakan. Akan tetapi konstruksi yang tergolong sangat berat mengurangi efisiensi.

Conclusion

Adidas D Rose 6 Boost tergolong sebagai sepatu basket berkarakteristik serba guna yang suportif, memiliki struktur bantalan yang sangat responsif dan protektif terhadap tumbukan, serta memiliki outsole yang direkomendasikan untuk semua jenis lapangan basket berdasarkan pertimbangan kualitas traksi, akan tetapi lebih direkomendasikan untuk jenis lapangan indoor berdasarkan pertimbangan kekuatan daya tahannya. Para desainer Adidas telah berhasil mengoptimalkan performa Boost pada D Rose 6 ini, sehingga menjadi sebuah sepatu basket dengan struktur bantalan yang memiliki kualitas daya reaksi dan proteksi yang sulit tertandingi oleh sepatu basket manapun pada periodenya. Tugas selanjutnya dari tim desainer Adidas adalah bagaimana membuat signature series Rose selanjutnya menjadi lebih efisien, namun dengan mempertahankan kualitas performa bantalan dan support.

NBA Players
Sepatu ini merupakan andalan utama Derrick Rose pada kompetisi NBA periode 2015-2016. Selain dirinya sepatu ini juga digunakan oleh Big Man seperti Joakim Noah. Berikut ini merupakan cuplikan permainan Derrick Rose yang menggunakan sepatu basket Adidas D Rose 6 Boost pada pertandingan pembukaan NBA (27 Oktober 2015):
Price

Harga sepatu ini ($140) tergolong dalam kelas harga menengah yang cukup sesuai dengan kualitas konstruksi dan performa yang dimilikinya. Harga tersebut dalam batas rata-rata sepatu basket dengan konstruksi yang sebanding. Sepatu ini berpeluang untuk diobral dengan potongan harga yang dapat mencapai 30% atau lebih, sehingga menjadi tergolong dalam kelas harga ekonomis yang direkomendasikan untuk semua kalangan pemain basket.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s